kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Investor enggan ambil risiko, bursa Asia melorot


Kamis, 10 Desember 2015 / 08:50 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia belum mampu bangkit pada transaksi pagi ini (10/12). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 10.16 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2%. Dalam setiap tiga saham yang turun, hanya ada satu saham yang mampu naik.

Sementara itu, indeks Topix Jepang melorot 1%. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,3% dan indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,2%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berhasil reli 0,1% di Seoul.

Bursa Asia tertekan karena pelemahan yen Jepang menggerus kinerja saham-saham berbasis eksportir. Selain itu, harga minyak dunia masih diperdagangkan di kisaran level terendahnya dalam enam tahun terakhir.

Harga minyak dunia anjlok sejak Jumat (34/12) lalu setelah Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC) memutuskan tidak akan mengubah kuota produksinya. Di sisi lain, investor juga tengah menanti keputusan The Fed mengenai arah kebijakan suku bunganya pekan depan.

"Saat ini, semuanya terkait dengan langkah keengganan mengambil risiko (risk-off). Harga minyak masih sangat murah, dan hal ini berpotensi menyebabkan status quo di mana investor akan menghindari risiko saat ini," jelas Mitsushige Akino, executive officer Ichiyoshi Asset Management Co di Tokyo.

Dia menambahkan, dengan penguatan yen, eksportir dan manufaktur akan menjadi pusat risk off investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×