kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Investor enggan ambil risiko, bursa Asia melorot


Kamis, 10 Desember 2015 / 08:50 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia belum mampu bangkit pada transaksi pagi ini (10/12). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 10.16 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2%. Dalam setiap tiga saham yang turun, hanya ada satu saham yang mampu naik.

Sementara itu, indeks Topix Jepang melorot 1%. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,3% dan indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,2%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berhasil reli 0,1% di Seoul.

Bursa Asia tertekan karena pelemahan yen Jepang menggerus kinerja saham-saham berbasis eksportir. Selain itu, harga minyak dunia masih diperdagangkan di kisaran level terendahnya dalam enam tahun terakhir.

Harga minyak dunia anjlok sejak Jumat (34/12) lalu setelah Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC) memutuskan tidak akan mengubah kuota produksinya. Di sisi lain, investor juga tengah menanti keputusan The Fed mengenai arah kebijakan suku bunganya pekan depan.

"Saat ini, semuanya terkait dengan langkah keengganan mengambil risiko (risk-off). Harga minyak masih sangat murah, dan hal ini berpotensi menyebabkan status quo di mana investor akan menghindari risiko saat ini," jelas Mitsushige Akino, executive officer Ichiyoshi Asset Management Co di Tokyo.

Dia menambahkan, dengan penguatan yen, eksportir dan manufaktur akan menjadi pusat risk off investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×