kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.962   35,00   0,20%
  • IDX 5.889   -54,27   -0,91%
  • KOMPAS100 762   -8,66   -1,12%
  • LQ45 589   -5,36   -0,90%
  • ISSI 203   -2,07   -1,01%
  • IDX30 329   -2,40   -0,72%
  • IDXHIDIV20 423   -1,58   -0,37%
  • IDX80 87   -0,93   -1,05%
  • IDXV30 116   -0,61   -0,52%
  • IDXQ30 108   -0,57   -0,53%

Bursa Asia Kompak Melemah pada Kamis (15/10) Pagi


Kamis, 15 Oktober 2026 / 08:23 WIB
Bursa Asia Kompak Melemah pada Kamis (15/10) Pagi
ILUSTRASI. Bursa Asia tertekan pada Kamis (15/10) pagi karena kenaikan inflasi AS yang lebih cepat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga(REUTERS/Manami Yamada)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026) pagi. Pukul 08.17 WIB, indeks Nikkei 225 turun 2.627,37 atau 3,84% ke 65.138,93, Kospi turun 430,97 poin atau 7,17% ke 5.577,32, ASX 200 turun 16,87 poin atau 0,19% ke 8.809,40, Straits Times turun 25,81 poin atau 0,43% ke 5.399,86 dan FTSE Malaysia turun 5,75 poin atau 0,35% ke 1.621,97.

Bursa Asia tertekan pada Kamis (15/10) pagi karena kenaikan inflasi harga konsumen AS yang lebih cepat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil tindakan di akhir tahun ini, sehingga mendorong penurunan harga saham.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 1,2%, dipimpin oleh anjloknya indeks KOSPI Korea Selatan sebesar 5,6%, sementara indeks Nikkei 225 turun 1,3%. Kontrak berjangka (futures) S&P 500 e-mini turun 0,3%.

Baca Juga: Harga Emas Rebound pada Kamis (15/10) Pagi, Setelah Terkoreksi Sepanjang Pekan Ini

"Asia menghadapi sesi yang sulit lagi," kata Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group Ltd di Melbourne seperti dilansir Reuters, Kamis (15/10/2026). 

"Kontrak berjangka KOSPI dan Nikkei mengindikasikan pelemahan kembali pada sektor teknologi, dengan fokus utama tertuju pada arus dana ETF leverage dan risiko kredit infrastruktur AI."

Pada perdagangan semalam, saham-saham di Wall Street mencatat penurunan hari ketiga setelah inflasi harga konsumen AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada bulan September.

Indeks S&P 500 turun 1,1%, Nasdaq Composite anjlok 1,9%, dan indeks saham semikonduktor memperpanjang penurunannya hingga hari keenam, karena prospek suku bunga yang lebih tinggi menekan saham Oracle, CoreWeave, dan saham-saham terkait AI lainnya yang sensitif terhadap kenaikan biaya pinjaman. 

"Meskipun aksi jual awal dipicu oleh data Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) yang lebih tinggi dari perkiraan, sektor teknologi menjadi pendorong utama aksi jual hari ini," tulis analis JPMorgan dalam sebuah catatan. 
"Kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi tantangan utama... dengan risiko pendanaan dan jadwal penawaran umum perdana (IPO) yang masih menjadi sorotan utama."

Data IHK tersebut meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve sepanjang tahun mendatang, yang mungkin terjadi paling cepat akhir bulan ini. 

Baca Juga: Ada Pembagian Dividen dan Pembelian 10 Juta Saham, Harga IMPC Bangkit

Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME Group, kontrak berjangka suku bunga acuan The Fed (Fed funds futures) kini mengindikasikan probabilitas sebesar 31,6% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan dua hari bank sentral AS berikutnya, yakni pada 28 Oktober. 

Perhatian investor kini tertuju pada pidato sejumlah pejabat The Fed di Bangkok—termasuk Ketua The Fed, Kevin Warsh—untuk mencari petunjuk mengenai langkah bank sentral AS selanjutnya. 

Selain itu, pasar juga menantikan data harga produsen dan penjualan ritel AS yang akan dirilis pada hari Kamis ini. Raksasa cip AI, TSMC, juga dijadwalkan untuk merilis laporan laba kuartal ketiga selama sesi perdagangan Asia berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×