kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Australia kembali beroperasi pasca suspensi


Selasa, 20 September 2016 / 08:29 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Pasar saham Australia akhirnya dibuka kembali pada Selasa (20/9) pagi. Kemarin, pasar saham Australia disuspensi karena mengalami kesalahan teknis. Hal ini menjadi tantangan terbesar bagi bos baru Bursa Australia.

Kurang dari dua bulan di bawah kepemimpinan Dominic Stevens, CEO ASX Ltd terpaksa meminta maaf atas kegagalan hardware yang menyebabkan bursa ASX dibuka telat kemarin dan ditutup lebih awal. Ini merupakan gangguan teknis terburuk yang dialami ASX dalam lima tahun terakhir.

ASX mengatakan, masalah kesalahan teknis sudah bisa diatasi. Sebelumnya, broker dan investor ramai-ramai mengkritik ASX karena tidak mampu mengatasi masalah tersebut lebih cepat atau memberikan informasi kepada mereka mengenai kesalahan teknis tersebut.

"Selama hal ini tidak terulang dalam beberapa hari ke depan, hal ini akan terlupakan dalam kurun waktu seminggu," kata Karl Goody, private wealth manager Shaw and Partners Ltd di Sydney kepada Bloomberg.

Dia melanjutkan, hari ini pasar dibuka seperti biasa. "Kita bisa kembali mencemaskan hal yang sesungguhnya, yakni apakah The Fed akan menaikkan suku bunga acuan atau tidak. Bukan mencemaskan apakah bursa ASX akan buka atau tidak," tambah Goody.

Pada pukul 10.25 waktu Sydney, saham ASX dibuka turun 0,2%. Kemarin, saham ASX turun 1,3%.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,1% pagi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×