kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.005   12,00   0,07%
  • IDX 9.155   20,64   0,23%
  • KOMPAS100 1.265   1,17   0,09%
  • LQ45 894   0,84   0,09%
  • ISSI 335   1,02   0,30%
  • IDX30 456   0,51   0,11%
  • IDXHIDIV20 538   -0,08   -0,02%
  • IDX80 141   0,17   0,12%
  • IDXV30 149   0,27   0,18%
  • IDXQ30 146   -0,04   -0,03%

Bursa Asia Bergerak Terbatas Selasa (20/1) Pagi, Isu Greenland Bikin Pasar Was-Was


Selasa, 20 Januari 2026 / 07:52 WIB
Bursa Asia Bergerak Terbatas Selasa (20/1) Pagi, Isu Greenland Bikin Pasar Was-Was
ILUSTRASI. Bursa Asia (REUTERS/Bazuki Muhammad)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pergerakan pasar saham Asia-Pasifik cenderung terbatas pada perdagangan Selasa (20/1), seiring investor mencermati kembali ancaman tarif Amerika Serikat (AS) yang dikaitkan dengan isu Greenland.

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran akan semakin lebarnya jarak hubungan antara Washington dan negara-negara Eropa.

Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah membahas opsi tarif balasan hingga langkah-langkah ekonomi represif lainnya, sebagai respons atas ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah ini berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik terkait Greenland.

Baca Juga: Harga Bitcoin: Sinyal Beli di US$92.000, Siap Menuju US$100.000?

Trump pada Sabtu lalu mengumumkan bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan dikenakan tarif awal sebesar 10% mulai 1 Februari, dan meningkat hingga 25% pada 1 Juni apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat mengambil alih kendali Greenland.

Wilayah tersebut merupakan pulau semi-otonom di bawah Denmark yang kaya akan sumber daya mineral.

Di kawasan Asia, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.640, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di posisi 26.563,9.

Baca Juga: Saham Barsama Zatta (ZATA) Terbang 34%, Rencana RUPSLB Jadi Sorotan

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Jepang setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pada Senin bahwa ia berencana membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum lebih awal (snap election) pada 8 Februari mendatang.

Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,7%, sementara indeks Topix turun 0,52%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi terkoreksi 0,41%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bergerak stagnan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,46%.

Baca Juga: Dijaga orang Terkaya Indonesia, Penurunan Harga Dua Saham Ini Berbalik Arah

Sementara itu, kontrak berjangka saham Amerika Serikat mengindikasikan pembukaan yang melemah di Wall Street, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar akibat pernyataan Trump yang semakin agresif terkait Greenland.

Selanjutnya: Simak Proyeksi Saham AALI di Tengah Beragam Tarik Ulur Kebijakan Industri Sawit

Menarik Dibaca: Penikmat Pedas, Sambal Bakar Indonesia Kini Hadir di Senen Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×