kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bursa Asia bergerak di dua arah


Selasa, 28 November 2017 / 08:33 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa Asia bergerak di dua arah pada Selasa (28/11) pagi. Pasar saham Asia mencari arah pergerakan setelah bursa Wall Street ditutup variatif.

Mengutip CNBC, Nikkei 225 dibuka turun 0,52%. Pelemahan saham Jepang dipicu penguatan yen Jepang. Saham eksportir di sektor produsen mobil dan teknologi mayoritas melemah di awal sesi. Saham, sektor energi juga melorot karena penurunan harga minyak mentah.

Di Korea, indeks Kospi juga melandai 0,04% pada awal perdagangan. Saham teknologi blue-chip memperpanjang penurunan. Samsung Electronics turun 0,84%, setelah kemarin ditutup melemah lebih dari 5%. Tekanan pada saham teknologi mengimbangi penguatan pada saham manufaktur dan keuangan.

Berbeda dengan bursa Australia. Indeks S&P/ASX 200 membalikkan kerugian di awal dengan kenaikan 0,14%. Saham sektor perdagangan menguat, terutama peritel, sehingga mengimbangi penurunan saham tambang.

Pasar Asia bergerak di dua zona, lantaran tidak ada sentimen absolut yang mendukung pasar. Sebab, bursa Amerika Serikat ditutup bervariasi, semalam. Dow Jones naik tipis, namun Nasdaq dan S&P 500 berakhir turun. Penguatan saham peritel tidak cukup kuat menyokong pasar yang tengah mengantisipasi voting di Senat terkait draf UU perpajakan pada Kamis mendatang.

Sentimen dari pasar komoditas juga tidak kuat. Meski harga emas menguat, namun harga minyak tumbang dari level tertinggi dua tahun.  Sedangkan, dollar AS bergerak menguat tipis terhadap mata uang utama.

Indeks dollar naik ke level 92,89 pukul 08.20 waktu Hong Kong dibandingkan kemarin di sekitar 92,7

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×