kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bursa AS menghijau di akhir bulan


Kamis, 31 Agustus 2017 / 20:56 WIB


Sumber: CNBC,Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) melaju ke zona hijau pada pembukaan perdagangan Kamis (31/8). Pada pukul 20.40 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,34% ke level 21.967,59.

Indeks S&P 500 pun naik 0,39% ke 2.467,25. Indeks Nasdaq melaju paling kencang dengan kenaikan 0,47% ke 6.397,96.

Pasar saham mencoba menguat pada perdagangan terakhir bulan Agustus. Investor masih tersulut oleh membaiknya revisi data pertumbuhan ekonomi yang dirilis hari sebelumnya. Akhir pekan ini, Departemen Tenaga Kerja AS juga akan merilis data payroll.

Adam Sarhan, CEO 50 Park Investments mengatakan, 21 Agustus, pekan lalu menandai level terendah pasar saham dan pasar mulai pulih. "Investor sekarang mencari tanda-tanda arah pasar selanjutnya," kata Sarhan kepada CNBC.

Di sisi lain, sektor konsumer menunjukkan penurunan bulan lalu. Belanja konsumen AS pada bulan Juli naik lebih rendah ketimbang estimasi. Inflasi tahunan pun mencapai level terendah sejak akhir 2015.

Data Departemen Perdagangan menunjukkan, belanja konsumen bulan Juli naik 0,3%, setelah kenaikan 0,2% bulan sebelumnya. Ekonom memperkirakan, laju inflasi bisa mencapai 0,4%.

Personal consumption expenditures (PCE) price index di luar makanan dan energi hanya naik 0,1% bulan Juli. Dalam 12 bulan, PCE price index naik 1,4%. Ini adalah level terendah sejak Desember 2015.

Rendahnya belanja konsumen dan kenaikan harga yang tipis memudarkan harapan pencapaian target inflasi The Federal Reserve pada angka 2%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×