kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bunga Fed naik, yield SUN 10 tahun bisa 6,80%


Selasa, 12 Desember 2017 / 12:49 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield obligasi domestik diramalkan naik jika Federal Open Market Committee (FOMC) menetapkan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada rapat Rabu (13/12).

Fund Manager Capital Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, kenaikan Fed Funds Rate (FFR) bulan ini bisa mendorong kenaikan yield obligasi. "Setidaknya ke level 6,70%-6,80% untuk obligasi pemerintah tenor 10 tahun," kata Desmon, Minggu (10/12).

Tercatat yield surat utang negara (SUN) seri acuan tenor 10 tahun per Selasa (12/12) berada di level 6,49%, turun tipis dari sesi sebelumnya 6,50%.

Menurut Desmon, kenaikan yield obligasi merupakan momentum yang dipakai investor untuk melakukan aksi profit taking.

Jika FFR naik, Desmon memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 13.500 hingga Rp 13.580 per dollar AS. "Range tersebut sepertinya level yang nyaman bagi Indonesia melihat kondisi fundamental kita," katanya.

Desmon menduga, pemerintah akan menjaga rupiah melalui intervensi Bank Indonesia di pasar valas dan Surat Berharga Negara menggunakan cadangan devisa. "Dalam dua bulan terakhir cadev cenderung turun," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×