kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BORN berniat lepas 20% saham Asmin Koalindo


Kamis, 25 Oktober 2012 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. Unsecured Unavailable Spyware Crash Denied Concept


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Borneo Lumbung dan Energi Tbk (BORN) berniat melepas sebagian sahamnya di PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Menurut Presiden Direktur BORN Alexander Ramlie, pihaknya berniat melepas 10%-20% saham AKT dengan tujuan untuk menyelesaikan utangnya dengan Standard Chartered Bank.

Terkait hal itu, Alexander bilang, sudah ada lima investor yang menyatakan ketertarikannya untuk membeli saham AKT. Hanya saja, dia belum mau menyebutkan investor-investor yang dimaksud.

"Jika saham AKT dijual, maka kami akan tinggal memiliki 49% dari saham AKT," ujar Alexander, Jumat (25/10). Sebelumnya BORN memiliki 69% saham dari AKT.

Alexander menguraikan pembayaran utang ke Stanchart akan dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama, pembayaran sebesar US$ 50 juta di tahun 2012. Kemudian di tahun 2013 dan 2014, pembayaran akan dilakukan sebesar US$ 140 juta. Setelah itu, tahun 2015, pembayaran akan dilakukan sebesar US$ 160 juta dan sisanya sebesar US$ 510 juta di tahun 2016.

Asal tahu saja, jumlah utang BORN kepada Stanchart sebesar US$ 1 miliar dengan bunga yang diberikan 5,6 % per tahun dan masih di atas suku bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate ). Fasilitas pinjaman ini bertenor 5 tahun, yang mana BORN mendapatkan pinjaman ini November 2011 lalu.

Alexander melanjutkan, saat ini proses penjualan asetnya masih dalam tahap valuasi harga dan diharapkan akhir tahun ini bisa diselesaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×