kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

BNI Sekuritas Proyeksikan IHSG Capai Level 7.400 di Akhir 2022


Kamis, 31 Maret 2022 / 16:54 WIB
Manajemen BNI Sekuritas saat media gathering di Jakarta (31/3/2022).


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BNI Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai akhir tahun 2022 dapat mecnapai level 7.400.

Equity Research BNI Sekuritas Aurellia Setiabudi menuturkan, kuartal I 2022 merupakan awal yang baik untuk IHSG. Menurutnya, Indonesia diuntungkan dari situasi geopolitik yang stabil dan harga komoditas yang baik. 

Hal itu ditunjukkan dengan arus masuk bersih yang stabil ke IHSG sebesar Rp 24,7 triliun.

Oleh sebab itu, pada kuartal I-2022 IHSG telah naik 5% dan diproyeksikan akan melanjutkan penguatannya didukung IPO GOTO sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara. 

Baca Juga: IHSG Menguat 0,26% ke 7.071 di Perdagangan Kamis (31/3), Asing Beli BBCA, TLKM, BMRI

"Lalu masuk ke bulan Ramadan dan Idulfitri, akan berdampak baik ke ekonomi dalam negeri," ujarnya dalam Media Gathering BNI Sekuritas di Jakarta, Kamis (31/3).

Walau begitu, Aurellia menyarankan investor untuk mewaspadai inflasi pangan. Sebab, inflasi harga pangan menyumbang 25% ke keranjang indeks harga konsumen.

"Ini perlu dicermati karena harga gandum, kacang kedelai, dan pupuk naik akibat konflik, serta musim tanam yang kemungkinan dapat terganggu akibat faktor cuaca," jelasnya.

Di sisi lain, BNI Sekuritas masih optimistis kinerja para emiten akan tetap positif tahun ini. Aurellia memproyeksikan pendapatan emiten tumbuh 17%, melanjutkan pertumbuhan positif sebesar 45% di 2021.

"Top picks kami dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan otomotif," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×