kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.849   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Biar Gak Panik, Pahami Apa Itu ARB Saat Saham Longsor!


Senin, 16 Februari 2026 / 08:13 WIB
Biar Gak Panik, Pahami Apa Itu ARB Saat Saham Longsor!
ILUSTRASI. Menghadapi harga saham yang terjun bebas memang mendebarkan. Yuk, pahami mekanisme ARB dan cara tetap tenang saat pasar memerah.? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Menghadapi harga saham yang terjun bebas memang mendebarkan. Yuk, pahami mekanisme ARB dan cara tetap tenang saat pasar memerah.

Mengenal ARB: Rem Darurat Saat Pasar Modal Sedang "Kebakaran"

Bayangkan Anda sedang berkendara di jalan tol yang menurun tajam, lalu tiba-tiba sistem pengereman otomatis mobil Anda bekerja untuk mencegah kecelakaan fatal.

Di dunia pasar modal, "rem otomatis" ini dikenal dengan istilah ARB atau Auto Rejection Bawah. Fenomena ini sering kali menjadi momok bagi investor, terutama ketika melihat warna merah membara memenuhi layar portofolio di pagi hari.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham Emiten yang Gencar Ambil Pinjaman

Pada dasarnya, ARB adalah mekanisme pertahanan yang diciptakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga kewarasan pasar.

Saat sebuah saham mengalami tekanan jual yang luar biasa masif—entah karena berita buruk atau aksi ambil untung besar-besaran—harganya tidak akan dibiarkan jatuh hingga menyentuh angka nol dalam sekejap.

Sistem bursa akan secara otomatis menolak setiap order jual yang dipasang di bawah ambang batas persentase tertentu. Dengan adanya batas bawah ini, investor diberikan waktu untuk menarik napas sejenak dan berpikir jernih sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Saat ini, kita berada di era Auto Rejection Simetris. Artinya, batas penurunan harga saham dibuat setara dengan batas kenaikannya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Unilever (UNVR) Bakal Bagi Dividen Tambahan

Ketentuan ARA dan ARB Terbaru dari BEI

Sejak 4 September 2023, Bursa Efek Indonesia mulai menerapkan sistem auto rejection simetris. Artinya, batas kenaikan dan penurunan harga saham dalam sehari disamakan, tergantung pada harga saham tersebut.

Rentang Harga Batas ARA Batas ARB

  • Rp 50 – Rp 200 per saham, ARA 35%, ARB 35%
  • Rp 200 – Rp 5.000 per saham, ARA 25%, ARB 25%
  • Di atas Rp 5.000 per saham ARA 20%, ARB 20%

Baca Juga: DXY Melemah, Valas Asia Berpeluang Menguat di Kuartal I-2026

Jika Anda memiliki saham di rentang harga Rp 50 hingga R p200 per saham, bersiaplah menghadapi volatilitas hingga 35%. Sementara untuk saham-saham "blue chip" di atas harga Rp 5.000, batas bawahnya dipatok pada angka 20%. Meski terlihat teknis, angka-angka ini sebenarnya adalah batas ruang gerak harga agar perdagangan tetap berjalan secara adil dan tidak liar.

Mengapa sebuah saham bisa "terkunci" di posisi ARB? Seringkali, ini adalah hasil dari efek domino. Satu berita negatif bisa memicu ketakutan, yang kemudian melahirkan aksi jual massal atau panic selling. Ketika antrean jual sudah menumpuk di harga terendah namun tidak ada satu pun pembeli yang berani masuk, di situlah saham tersebut dikatakan terkena ARB. Di momen seperti ini, kesabaran investor benar-benar diuji.

Baca Juga: Bursa Saham Hari Ini (16/2) Buka atau Libur? Cek Jadwal BEI & Saran untuk Investor

Menghadapi situasi ARB memang tidak mudah, namun kuncinya adalah jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi sesaat.

Investor yang bijak biasanya sudah membekali diri dengan rencana keluar (exit strategy) yang matang, seperti memasang pesanan jual otomatis sebelum harga menyentuh batas bawah.

Pada akhirnya, ARB hanyalah salah satu dinamika di pasar saham. Selama fundamental perusahaan yang Anda miliki masih kokoh, penurunan harga yang drastis terkadang justru menjadi peluang untuk melihat kembali strategi investasi Anda dengan lebih jernih.

Selanjutnya: Bersiap, BRI Group Pangkas Bunga PNM Mekaar!

Menarik Dibaca: Promo Superindo Weekday 16-19 Februari 2026, Kanzler-Sirup Marjan Diskon Besar!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×