kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

BI tahan suku bunga, rupiah bergerak dalam rentang sempit


Kamis, 20 Desember 2018 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate (BI-7DRR) membuat pelemahan rupiah terbatas. Pada Kamis (20/12), mata uang Garuda melemah 0,24% menjadi Rp 14.473 per dollar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, rupiah pada kurs tengah BI juga terdepresiasi 0,83% ke level 14.499 per dollar AS.

Pada awal perdagangan hari ini, rupiah sempat tertekan dan berada di atas level Rp 14.500 per dollar AS. Hal tersebut merupakan dampak dari kenaikan suku bunga The Federal Reserve 25 basis poin menjadi 2,25%-2,5%.

Namun, setelah BI mengumumkan suku bunga acuan tetap di level 6%, rupiah berbalik arah dan akhirnya ditutup dengan pelemahan hanya 0,24%.

Ekonomi Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, keputusan BI sebenarnya sudah sesuai ekspektasi pasar. Karena itu, posisi rupiah kali ini lebih karena pelemahan teknikal.

Mengingat sepanjang pekan nilai tukar rupiah sudah menguat signifikan. "Pergerakan rupiah sesuai dengan mata uang emerging market lainnya," kata dia.

David memperkirakan, pergerakan rupiah selanjutnya cenderung dalam rentang sempit. Lantaran, pasar sudah mulai sepi jelang libur akhir tahun dan sudah tidak ada data ekonomi yang secara signifikan mempengaruhi pergerakannya.

Untuk Jumat (21/12), mata uang Garuda diprediksi masih bergerak dalam kisaran Rp 14.400-14.500 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×