kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

BI diramal intervensi, rupiah berpotensi perkasa


Senin, 24 September 2012 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. Setrika uap merupakan alternatif setrika gosok biasa yang mudah digunakan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/26/03/2015


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pada awal perdagangan valas domestik hari ini, pergerakan rupiah terhadap dollar AS terdepresiasi tipis ke posisi 9.577. Sekadar mengingatkan, pada akhir pekan lalu posisi rupiah berada di level 9.552.

Kepala Riset Divisi Treasury Bank Negara Indonesia (BNI) Nurul Eti Nurbaeti menyebut, rupiah kembali terdepresiasi karena kondisi di Eropa yang tidak kondusif pasca pertemuan Angela Merkel dengan Francois Hollande pada akhir pekan kemarin.

Namun dia memprediksi, untuk perdagangan hari ini (24/9), pasangan USD/IDR berpotensi bergerak dengan kecenderungan menguat pada kisaran 9.535-9.605.

"BI diprediksi akan kembali masuk ke pasar apabila rupiah dinilai sudah terlalu lemah," ujar Nurul, Senin (24/9).

Selain itu, faktor lainnya adalah sentimen Italia dan Spanyol yang bersedia mendapat bailout internasional untuk mengatasi krisis utangnya. "Support ECB yang melakukan bond buying program, menekan imbal hasil hasil terutama bond Spanyol dan Italia," kata Nurul.

Saat ini, yield obligasi Spanyol sebesar 5,761 sedangkan yield Italia berada di kisaran 5,807.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×