kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bersama dengan saham, mata uang Asia membaik


Rabu, 19 Juli 2017 / 19:47 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Performa indeks saham negara-negara Asia yang kian membaik menjadi salah satu faktor pendorong penguatan mata uang kawasan regional.

Sebagai gambaran, secara year to date, mayoritas performa indeks saham negara-negara Asia berada di zona hijau. Indeks Hang Seng, Hong Kong, misalnya mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 21,23%. Baru kemudian diikuti oleh S&P Sensex sebesar 19,95% dan indeks Kospi Korea Selatan di 19,91%. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi keempat dengan pertumbuhan 9,63%.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, pada periode yang sama, mata uang Asia terlihat menguat. Rupiah Indonesia menguat 0,40%, won Korea melambung 2,29%, baht Thailand menguat 1,08%, dan dollar Singapura menguat 0,99%.

Sekadar informasi, mata uang dari emerging market Asia lain yang juga menikmati pertumbuhan positif antara lain rupe India naik 0,84%, yen China naik 0,62%, ringgit Malaysia naik 0,32%, dollar Taiwan naik 0,11%, dan dollar Hongkong naik tipis 0,04%.

Analis SoeGee Futures Nizar Hilmi mengatakan, mata uang Asia memang dalam posisi terbaik saat ini. Salah satunya disebabkan oleh aliran dana yang masuk ke Asia cukup besar mencapai 80% dari total aliran dana yang masuk ke emerging market senilai US$ 17,8 miliar. "Nilai investasi emerging market Asia sangat besar, itu juga termasuk di Indonesia," kata Nizar saat dihubungi KONTAN, Rabu (19/7).

Nizar melanjutkan, mengutip laporan Institute for International Finance, nilai investasi untuk EM Asia sendiri mencapai US$ 15,8 miliar.

Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan Reuters, Asia dinyatakan dapat mempertahankan penguatan mata uangnya hingga 12 bulan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×