kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BEI pastikan Deutsche Sekuritas Indonesia akan hengkang dari bursa, simak kinerjanya


Rabu, 24 Juli 2019 / 14:46 WIB
BEI pastikan Deutsche Sekuritas Indonesia akan hengkang dari bursa, simak kinerjanya

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mengonfirmasi PT Merrill Lynch Sekuritas Indonesia akan mundur dari keanggotaan bursa, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memastikan PT Deutsche Sekuritas Indonesia akan angkat kaki dari lantai bursa. 

"Mereka mengalami restrukturisasi di kantor pusat mereka dimana akan keluar dari bisnis equity trading secara global," jelas Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo, Rabu (24/7). 


Menurut Laksono, restrukturisasi tersebut akibat persaingan bisnis baik di dalam negeri ataupun secara global. Faktor tersebut seperti mulai kuatnya broker lokal serta persaingan global yang didominasi perusahaan asal Paman Sam. 

Padahal, apabila melihat kinerja perusahaan, Deutsche Sekuritas Indonesia pada kuartal I-2019 mencatatkan laba bersih Rp 5,74 miliar. Jumlah tersebut naik drastis yaitu 85,16% dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) yang tercatat Rp 3,1 miliar. Ini sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 19,11% yoy, dari Rp 34,05 miliar menjadi Rp 40,56 miliar. 

Sementara itu, pada semester I-2019 nilai transaksi perdagangan yang diperantarai Deutsche Sekuritas sebesar Rp 66,06 triliun atau setara 2,83% dari total nilai transaksi perdagangan seluruh anggota bursa pada periode yang sama. Volume transaksinya sebanyak 20,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,78 kali. 

Jumlah tersebut membuat Deutsche Sekuritas berada di urutan sembilan dalam daftar broker dengan nilai transaksi tertinggi. Peringkat tersebut tak berubah dari posisi terakhir pada tahun 2018. 

Selain itu, Laksono juga menjelaskan kabar mengenai Nomura Sekuritas yang dikabarkan juga akan keluar dari anggota bursa. Menurutnya, hingga saat ini Nomura Sekuritas masih dalam anggota bursa dan dia belum menerima kabar pengunduran keanggotaan. 

"Nomura tetap sebagai anggota bursa, namun ada restrukturisasi di kantor pusat sehingga mereka minim operation," imbuh dia. 

Hingga saat ini, imbuh dia, Nomura tetap menjalankan transaksi meskipun tidak terlalu besar. 

Data per April 2019, jumlah transaksi sejak awal tahun tercatat Rp 15,8 triliun. Lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 18,73 triliun. Sepanjang semester I-2019 Nomura tidak tercatat dalam daftar 20 broker dengan nilai transaksi tertinggi. 



Video Pilihan

TERBARU

×