kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.988   75,00   0,42%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

BEI Buka Suspensi Enam Saham Ini, Simak Rekomendasinya


Selasa, 30 Desember 2025 / 15:14 WIB
BEI Buka Suspensi Enam Saham Ini, Simak Rekomendasinya
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka enam saham yang perdagangannya sempat dihentikan sementara karena lonjakan harga yang dinilai tidak wajar. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pada perdagangan hari terakhir tahun ini, Selasa (30/12/2025), Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka enam saham yang perdagangannya sempat dihentikan sementara karena lonjakan harga yang dinilai tidak wajar.

Enam saham tersebut yaitu PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX).

Dengan dibukanya suspensi ini, maka keenam saham tersebut dapat ditransaksikan kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 30 Desember 2025.

Baca Juga: IHSG Turun 0,41% ke 8.609 Sesi I, Top Losers LQ45: ADRO, ANTM & BBRI, Selasa (30/12)

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpandangan bahwa lonjakan harga saham-saham tersebut terjadi tanpa adanya aksi korporasi, penguatan laporan keuangan emiten, atau rencana strategi bisnis yang akan dikembangkan ke depannya, sehingga mengalami unusual market activity.

Menurutnya, pergerakan harga yang terlalu agresif tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

Kemudian di sisi lain juga harga saham-saham emiten di atas dinilai Nafan relatif kurang likuid dan bahkan tidak likuid.

Sehingga ketika suspensi dibuka, Nafan mengingatkan investor untuk tidak gegabah. Dia cenderung menyarankan investor untuk mencermati saham-saham lain yang lebih likuid.

Baca Juga: IHSG Dibuka Turun ke 8.598, Top Losers LQ45: ADRO, BBRI dan ANTM, Selasa (30/12)

“Jadi wajar apabila rekomendasi yang saya sampaikan itu sell on strength seperti yang saya sampaikan di atas,” ujar Nafan kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).

Nafan merekomendasikan investor untuk menerapkan strategi sell on strength terhadap keenam saham di atas, hal ini guna mengamankan keuntungan sekaligus mengantisipasi potensi koreksi tajam di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×