kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

BEI belum lepas suspensi DNET


Selasa, 14 Mei 2013 / 18:20 WIB
ILUSTRASI. IHSG rebound dan menguat 0,71% ke 6.608,29 pada Senin (29/11). IHSG tersengat saham-saham big cap yang mendaki.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) belum akan membuka penghentian sementara (suspensi) saham PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET) dalam waktu dekat.

Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI menuturkan, masih menunggu valuasi saham DNET riil selepas mengemukakan rencana penerbitan saham baru (rights issue) Rp 7 triliun. Dana hasil rights issue itu bakal digunakan mengakuisisi sebagian saham tiga perusahaan besar. DNET akan mengakuisisi 35,84% saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), membeli 21,5% saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan untuk menguasai 40% saham PT Indomarco Prismatama, pemilik jaringan minimarket "Indomaret".

"Yang akan mereka beli kan 'gajah', kita tunggu valuasi DNET setelah akuisisi ini seperti apa," kata Hoesen, akhir pekan lalu. Suspensi saham sebagai wujud melindungi kepentingan investor khususnya ritel. BEI tidak ingin investor ritel tergoda mengambil untung. Pada periode 12 April 2013-19 April 2013, harga perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi melonjak 141,67% dari Rp 240 menjadi Rp 580 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×