kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bayar obligasi jatuh tempo, berikut strategi AKR Corporindo (AKRA) dan Medco (MEDC)


Selasa, 03 Desember 2019 / 19:43 WIB
Bayar obligasi jatuh tempo, berikut strategi AKR Corporindo (AKRA) dan Medco (MEDC)
ILUSTRASI. Pialang mengamati layar pergerakan saham di Dealing Room Divisi Tresuri

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tercatat memiliki Obligasi I Tahun 2012 seri B senilai Rp 877 miliar yang jatuh tempo pada 21 Desember 2019. 

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT AKR Corporindo Tbk Suresh Vembu mengatakan, AKRA telah melakukan pelunasan pokok obligasi sebesar Rp 877 miliar dengan menggunakan dana dari fasilitas pinjaman bank. 

Selain itu, pada Juli 2020 nanti AKRA juga wajib melunasi obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2017 seri A senilai Rp 895 miliar. Namun untuk pelunasan tersebut, perusahaan masih belum menyampaikan strateginya. 

Baca Juga: 13 perusahaan punya obligasi jatuh tempo Desember 2019, simak daftar lengkapnya

"Kami akan membuat pengaturan pembayaran yang diperlukan dan akan memberikan detailnya pada waktunya," jelas Suresh kepada Kontan.co.id, Selasa (3/12). 

Sementara, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga memiliki obligasi yang jatuh tempo pada 21 Desember 2019 senilai Rp 246 miliar. 

Direktur utama PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro mengatakan MEDC memiliki kebijakan untuk membahas paling lambat enam bulan sebelumnya. 

"Kami sudah menyiapkan pembayaran untuk obligasi yang jatuh tempo selama 2019 melalui penerbitan global bond di tahun 2018," ujar Hilmi. 

Pada saat itu MEDC tercatat menerbitkan obligasi global senilai US$ 500 juta. Berdasarkan laporan keuangan MEDC pada semester I-2019 tercatat dana hasil penerbitan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di deposito Standard Chartered Bank senilai US$ 276,65 juta. 

"Oleh karena itu kondisi MEDC tidak terpengaruh oleh pembayaran ini, justru berada di posisi yang lebih baik dengan selesainya akuisisi Ophir di akhir bulan Mei 2019," ujar Hilmi. 




TERBARU

×