kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.017   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Bayan Resources (BYAN) Resources mengaku dalam kondisi kahar


Senin, 19 Agustus 2019 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. Bayan Resources


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak nusaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Fajar Sakti Prima (FSP) mengalami kondisi kahar. Perusahaan telah menyampaikan hal ini kepada para pelanggan terhitung sejak 15 Agustus lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (19/8), kondisi kahar disebabkan oleh penurunan ketinggian air di Sungai Kedang Kepala. Padahal, sungai ini merupakan jalur angkutan utama batubara untuk kemudian diekspor.

Baca Juga: Laba Bersih Bayan Resources (BYAN) Semester I 2019 Turun 34,24%

"Ketinggian air berada pada ketinggian dimana kapal tidak dapat beroperasi," Low Tuck Kwong, Direktur Utama BYAN.

Sehingga, perusahaan bersama FSP untuk saat ini belum dapat memenuhi kewajibannya kepada pelanggan berdasarkan kontrak jual beli. Hal ini bisa berlangsung sampai ketinggian ai Sungai Kedanga Kepala kembali normal dan bisa dilalui oleh kapal secara aman.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen belum bersedia memberikan komentar terkait berapa potensi pemasukan yang hilang akibat kondisi kahar tersebut.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, penjualan ekspor batubara BYAN tercatat Rp 794,64 miliar. Selain naik 11% secara tahunan, nilai ini juga setara 92% dari pendapatan konsolidasi perusahaan, Rp 858,58 miliar.

Baca Juga: Produsen batubara komitmen penuhi kewajiban DMO 25%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×