kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Banyak data negatif, bursa Jepang terpangkas


Senin, 03 September 2012 / 08:09 WIB
ILUSTRASI. Kantor PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) di Setiabudi Atrium, Jakarta (25/3).


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Jepang diperdagangkan melorot untuk hari ketiga. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.46 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,4% menjadi 8.806,72. Sedangkan indeks Topix turun 0,4% menjadi 729,04.

Aksi jual yang melanda bursa Negeri Sakura terjadi setelah anggaran belanja Jepang naik sedikit dibanding yang diprediksi. Sentimen lainnya adalah indeks manufaktur China yang terkontraksi untuk kali pertama dalam sembilan bulan terakhir. Dua faktor tadi mengenyahkan sentimen positif berupa spekulasi penggelontoran quantitative easing 3 oleh the Federal Reserve.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Komatsu Ltd yang turun 1,8%, Sharp Corp anjlok 6,1%, dan Uniden Corp naik 1,2%.

Sekadar mengingatkan, Pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke akhirnya memberikan sinyal untuk menggelontorkan stimulus tambahan. Dalam pidatonya pada pertemuan di Jackson Hole, Wyoming tadi malam (31/8), Bernanke bilang, pembelian obligasi dengan nilai lebih besar menjadi opsi untuk memacu perekonomian AS.

"Biaya kebijakan nontradisional, jika dipertimbangkan secara hati-hati, menyiratkan bahwa kita tidak seharusnya mengimplementasikan kebijakan lanjutan apabila kondisi ekonomi stabil," jelas Bernanke.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×