kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Bangun Lexington, COWL dapat utang Rp 230 miliar


Selasa, 22 Juli 2014 / 17:20 WIB
Bangun Lexington, COWL dapat utang Rp 230 miliar
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Fikri Yusuf/nym.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Untuk menopang ekspansinya, PT Cowell Development Tbk (COWL) baru saja menambah utang. Emiten properti ini meraih pinjaman senilai Rp 230 miliar dari PT Bank Panin Indonesia Tbk (PNBN). Adapun, perjanjian pinjamannya ditandatangani pada Jumat (18/7).

"Utang ini akan digunakan sebagai modal kerja untuk operasional," ungkap Darwin F. Manurung, Sekretaris Perusahaan COWL, dalam keterbukaan informasi, Selasa (22/7).

Rencananya, COWL akan menggunakan pinjaman tersebut untuk pengembangan proyek The Lexington Residence, di Pesanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan. Proyek tersebut adalah dua menara apartemen yang menyasar kalangan atas.

Nantinya, Lexington akan berdiri di atas lahan seluas 1,1 hektar. Adapun, pembangunannya diperkirakan akan memakan waktu lima tahun.

Sebelumnya, COWL pun telah meraih pinjaman senilai Rp 300 miliar dari PT Bank DKI untuk proyek ini. Secara keseluruhan, Darwin pernah menyebut bahwa pihaknya membutuhkan pinjaman Rp 600 miliar untuk pembangunan Lexington.

Pada kuartal pertama 2014, liabilitas COWL tercatat Rp 796,02 miliar. Kemudian, ekuitasnya Rp 1,19 triliun. Rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) emiten ini pun masih aman di posisi 0,66 kali.

Sayangnya, kinerja COWL tampak tak cemerlang. Pada kuartal pertama 2014, laba yang dikantungi merosot 31,02% dari Rp 11,25 miliar menjadi Rp 7,76 miliar. Kemudian, penjualannya pun turun 6,38% dari Rp 69,11 miliar ke posisi Rp 64,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×