kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Bakal Spin Off, Bank Jatim (BJTM) Sebut Buka Peluang Unit Syariah IPO


Rabu, 21 September 2022 / 07:25 WIB
Bakal Spin Off, Bank Jatim (BJTM) Sebut Buka Peluang Unit Syariah IPO


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) memastikan akan melakukan spin off unit usaha syariah (UUS) menjadi entitas baru alias bank umum syariah (BUS).

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menyatakan telah mengajukan rencana tersebut  kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Namun, sesuai progress dan kebijakan regulasi akan ada relaksasi untuk pemenuhan modal sebesar Rp 1 triliun untuk pembentukan BUS atau penggabungan dengan BUS lainnya. Saat ini Bank Jatim melakukan pengamatan lebih lanjut atas kebijakan tersebut,” ujarnya dalam keterbukaan informasi pada Selasa (20/9). 

Baca Juga: Hingga Awal September, Bank Jatim Sudah Salurkan KUR Rp 1,85 Triliun

Oleh sebab itu, ia menyebut tidak menutup kemungkinan UUS ini memiliki kualitas bisnis dan indikasi keuangan yang lebih baik di masa mendatang. Sehingga, tidak menutup kemungkinan akan meningkat menjadi BUS dan melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. 

Asal tahu saja, Bank Jatim mencatatkan laba bersih senilai Rp 815 miliar pada semester I 2022. Jumlah tersebut meningkat 1,49% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. 

 

Adapun DPK Bank Jatim naik 16,41% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 94,90 triliun pada Juni 2022. Aset perseroan juga ikut meningkat 14,08% yoy menjadi Rp 108,92 triliun pada periode yang sama. 

Baca Juga: Bank Jatim Bakal Dorong Porsi Kredit UMKM

Kemudian penyaluran kredit mencapai Rp 43,54 triliun, naik 2,21% yoy pada semester I 2022. Jika dirinci kredit komersial Rp 10,66 triliun, kredit SME Rp 5,3 triliun dan kredit konsumer Rp 27,57 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×