Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.173
  • EMAS672.000 0,90%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bakal bangun pabrik ban bersama Garuda, BUMN China tanam investasi US$ 500 juta

Kamis, 01 November 2018 / 05:58 WIB

Bakal bangun pabrik ban bersama Garuda, BUMN China tanam investasi US$ 500 juta
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di GMF AeroAsia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kian gencar berekspansi. Kali ini, perusahaan penerbangan milik BUMN itu akan menggandeng BUMN asal China, yakni China Communication Construction Company (CCCC) untuk membangun pabrik ban pesawat pertama di Indonesia. Ekspansi ini akan dilakukan GIAA melalui anak usahanya PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, total nilai investasi yang ditanamkan oleh China sebesar US$ 500 juta. Perjanjian kerja sama antara GMFI dan CCCC diresmikan pada saat pertemuan IMF World di Bali beberapa tempo lalu.

"CCCC sebagai investor dalam kerja sama ini, kami sudah tanda tangani. CCCC yang paling berminat untuk berinvestasi dan menyatakan minat, sehingga proses akan lebih cepat," kata Ari Askahara.

Saat ini GMFI dan CCCC tengah mempersiapkan joint venture atau kerjasama. Garuda berharap, persiapan kerja sama akan selesai pada Desember tahun ini, sehingga pembangunan bisnis pabrik ban tersebut dapat dilakukan pada kuartal pertama tahun depan dan ditargetkan rampung 20 hingga 24 bulan ke depan. Pabrik ini rencanannya akan dibangun di wilayah Tangerang.

Konsumen bisnis ini bukan hanya dapat dinikmati oleh maskapai BUMN saja, maskapai lain, baik domestik dan regional juga dapat menikmatinya. Menurut Ari, harga ban pesawat tersebut nantinya jauh lebih murah daripada ban pesawat impor dengan kualitasnya tetap sama. "Kami lebih kompetitif dari ban impor, karena tidak kena biaya impor dan biaya kapal sehingga lebih murah minimal 30%," katanya.

Sebagai informasi saja, GMFI bergerak di bidang perawatan pesawat. Namun Ari mengatakan, anak perusahaannya tersebut tidak mencakup manufaktur. Selama ini menurut Ari, GMFI juga membeli ban dari luar atau impor karena belum ada manufaktur ban pesawat di Indonesia, padahal bahan mentahnya seperti karet ada di Indonesia.


Reporter: Auriga Agustina
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0034 || diagnostic_api_kanan = 0.0984 || diagnostic_web = 12.9373

Close [X]
×