kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Bahana TCW ramal IHSG sentuh level 6.500 pada akhir tahun ini


Selasa, 21 September 2021 / 07:15 WIB
Bahana TCW ramal IHSG sentuh level 6.500 pada akhir tahun ini


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bahana TCW Investment Management memprediksi, pemulihan ekonomi Indonesia terutama di sektor riil akan terjadi pada kuartal IV 2021. Hal ini seiring dengan perkembangan pandemi Covid-19 yang terus membaik sehingga aktivitas ekonomi mulai bangkit kembali.

Chief Economist Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, kondisi tersebut akan meningkatkan kepercayaan investor, baik dalam negeri maupun luar negeri terhadap pasar domestik. 

"Dengan demikian, Bahana TCW memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk naik ke level 6.500 sampai dengan akhir tahun 2021," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/9).

Menurut Budi, perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam menangani lonjakan Covid-19 sudah mulai memperlihatkan hasil. Salah satunya terlihat pada angka positivity rate secara nasional yang turun ke 3,05% dan mencapai 1,8% di DKI Jakarta. Angka tersebut berada jauh di bawah standar World Health Organization (WHO) yang sebesar 5%.

Baca Juga: Masuk pekan ke empat, reksadana saham mampu bertahan dari September effect

Untuk sejumlah daerah di pulau Jawa, pemerintah mulai menurunkan tingkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi level 2. 

Dalam rangka pemulihan ekonomi, pemerintah juga memfokuskan percepatan vaksinasi di beberapa daerah yang merupakan episentrum perekonomian Indonesia seperti di DKI Jakarta, Bali, dan wilayah lainnya.

Meskipun begitu, Budi mengimbau pelaku pasar untuk tetap waspada karena pandemi ini masih belum berakhir. 

"Potensi fenomena black swan masih akan terus terjadi terutama jika melihat aturan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang masih memiliki risiko besar karena remaja berusia di bawah 12 tahun belum menerima vaksin sehingga berpotensi sebagai pembawa (carrier) Covid-19,” tutur Budi.

Selanjutnya: IHSG menguat 0,63% pekan lalu, reksadana saham catatkan kinerja paling apik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×