kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Awal pekan, bursa Asia memberi sinyal merah


Senin, 12 Januari 2015 / 08:19 WIB
ILUSTRASI. Geser Elon Musk, Bernard Arnault Kembali Jadi Orang Terkaya Dunia


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia memerah pada transaksi awal pekan ini (12/1). Dalam dua saham yang jatuh, terdapat satu saham yang naik. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.07 waktu Seoul, indeks MSCI Asia Pacific tak banyak mencatatkan perubahan di level 470,28.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,3%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%. Sedangkan pasar saham di Tokyo hari ini ditutup karena libur nasional.  

Bursa Asia bergerak negatif di tengah kecemasan investor bahwa rencana penggelontoran stimulus di Eropa dikhawatirkan tidak akan memecahkan masalah ekonomi kawaan Eropa. Selain itu, ada juga sentimen lain berupa penurunan data tingkat upah tenaga kerja AS yang memburamkan outlook kenaikan suku bunga AS.

"Ada dua sentimen yang saling tarik menarik yakni berupa deflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga pertama dalam beberapa tahun terakhir oleh the Fed. Kondisi ini yang menyebabkan volatilitas di pasar saham. Saya memprediksi pasar akan terkoreksi," jelas Nader Naeimi, head of dynamic asset allocation AMP Capital Investors.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×