kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.853   51,00   0,30%
  • IDX 8.259   -31,80   -0,38%
  • KOMPAS100 1.167   -4,58   -0,39%
  • LQ45 838   -3,64   -0,43%
  • ISSI 296   -0,02   -0,01%
  • IDX30 436   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 522   1,58   0,30%
  • IDX80 130   -0,48   -0,37%
  • IDXV30 144   1,00   0,70%
  • IDXQ30 141   0,06   0,04%

Asia Color menjual 335 juta saham Matahari


Sabtu, 09 Agustus 2014 / 06:23 WIB
ILUSTRASI. Salah satu proyek yang dikerjakan PP Presisi (PPRE)


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Teka-teki di balik transaksi pengalihan (crossing) saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang terjadi pada Rabu (6/8) lalu akhirnya terjawab. Crossing tersebut ternyata kembali dilakukan oleh salah satu pemegang saham LPPF, yaitu Asia Color Company Limited (ACC).

"ACC telah menjual sebagian dari saham LPPF yang dimilikinya melalui pelaksanaan private placement sebanyak 335 juta saham kepada beberapa investor," kata Miranti Hadisusilo, Sekrertaris Perusahaan LPFF dalam keterangan resmi, Jumat (8/8).

Transaksi tersebut difasilitas oleh JP Morgan Securities Plc yang bertindak sebagai placement agent. Berdasarkan data RTI dan Bloomberg, pada Rabu (6/8) kemarin, ada crossing saham LPPF senilai total Rp 4,73 triliun dengan volume sebanyak 337,72 juta saham.

Ada beberapa kali transaksi perdagangan, terbesar difasilitasi JP Morgan Securities Indonesia sebagai broker pembeli dan penjual. Nilai total transaksi JP Morgan mencapai Rp 4,70 triliun dengan volume sebanyak 335,80 juta saham.

Aksi ACC ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan dalam enam bulan terakhir. Pada Maret lalu, ACC menjual 190 juta saham LPPF ke beberapa investor di harga Rp 13.100 per saham. ACC mengantongi dana Rp 2,48 triliun dari transaksi itu.

Saham tersebut setara 6,5% dari total saham. Sebelum penjualan, publik memiliki 47,35% saham LPPF. Setelah penjualan, kepemilikan saham publik naik menjadi 53,87%. Sementara, kepemilikan ACC di LPPF yang semula 31,17% menyusut menjadi 25,7%.

Sisanya 20,48% milik PT Multipolar Tbk (MLPL). Sebelumnya, CVC Capital Patners Limited dan MLPL juga melepas 1,167 miliar saham LPPF di harga Rp 10.850 per saham. Induk LPPF itu mengantongi dana Rp 12,7 triliun dari transaksi tersebut.

Kiswoyo Adi Joe, analis Investa Saran Mandiri menilai, prospek LPPF masih lumayan jika menilik pada kondisi fundamentalnya. Di semester I 2014, LPPF mencetak pertumbuhan laba bersih 37% menjadi Rp 362 milliar dibandingkan periode sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Sedangkan, penjualan kotor semester I 2014 tumbuh 15,7% (yoy) menjadi Rp 5,9 triliun. Adapun, penjualan bersihnya naik 21,5% (yoy) menjadi Rp 3,3 triliun. "Laporan keuangan masih tumbuh karena konsumsi masyarakat memang terus naik," kata Kiswoyo, Jumat (8/8).

Namun, investor juga perlu mencermati bahwa LPPF juga menghadapi tantangan cukup berat terutama dalam hal persaingan perusahaan retail yang kian ketat. Hal ini berpotensi menggerus margin laba LPPF.

Untuk itu, LPPF perlu terus memperluas jaringan distribusinya. Di tahun ini, LPPF sudah mengemukakan rencana untuk membangun setidaknya 10 unit gerai baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×