Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Lantaran butuh dana, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) akan memanfaatkan fasilitas pinjaman dari dua bank asal Jepang sebesar US$ 30 juta. Dua bank asal Negeri Sakura yang sudah bersedia memberikan pinjaman ke AMFG tersebut adalah Bank of Tokyo Mitsubishi dan Mizuho Corporate Bank.
Asahimas akan memakai pinjaman itu untuk menutup kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini yang mencapai US$ 40 juta. "Sisa kebutuhan belanja modal berasal dari kas internal Asahimas," kata Rusli Pranadi, Corporate Finance Account Manager Asahimas, akhir pekan lalu.
Kata Rusli, AMFG akan memakai belanja modal itu untuk membeli mesin dan teknologi kaca lembaran ramah lingkungan dari Eropa. Mesin Chemical Vapour Deposition (CVD) itu berkapasitas 26.500 ton per tahun. Harganya mencapai US$ 24,5 juta.
AMFG juga menyiapkan anggaran US$ 14 juta untuk perbaikan tungku pabrik kaca di Jakarta. "Sisa belanja modal lain untuk pengeluaran rutin tahunan," ujar Rusli.
Tahun lalu, dengan empat tungku yang beroperasi, total produksi kaca lembaran Asahimas mencapai 400.000 ton. Nah, kata Rusli, akibat ada perbaikan di satu tungku, produksi kaca lembaran AMFG tahun ini akan turun 6% menjadi 376.000 ton.
Untuk mengatasi menurunnya permintaan dalam negeri, AMFG juga berupaya mengenjot ekspor ke negara-negara Asia, selain Amerika Serikat (AS) dan Australia.
Tahun 2007, AMFG mencetak penjualan sebesar Rp 1,9 triliun. Tahun 2008 penjualan AMFG diprediksi meningkat 10% jadi Rp 2,090 triliun. "Kami pemasok kaca otomotif untuk merek otomotif ternama seperti Mitsubishi dan Toyota," ujar Rusli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News