kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Arkha Jayanti Persada bidik penjualan Rp 220,96 miliar tahun ini


Rabu, 20 Februari 2019 / 20:14 WIB
Arkha Jayanti Persada bidik penjualan Rp 220,96 miliar tahun ini


Reporter: Aldo Fernando | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arkha Jayanti Persada Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat menargetkan total penjualan pada 2019 sebesar Rp 220,96 miliar, meningkat 48,43% dari total penjualan sepanjang 2018 yang ditaksir sebesar Rp 148,87 miliar.

Arkha Jayantri Persada memiliki tiga segmen kegiatan usaha, yhakni segmen fabrikasi komponen alat-alat berat, konstruksi baja, karoseri body dump truck, oil & gas equipment, dan pengangkutan batubara.

Segmen komponen alat berat menempati porsi terbesar penjualan perusahaan sebesar 48%. Pelanggan fabrikasi komponen ini di antaranya, PT Komatsu Indonesia, PT Caterpilar Indonesia, dan PT Pindad (Persero).

Di posisi kedua adalah penjualan segmen body dump truck yang sebesar 26%.  Pelanggan body dump truck Arka Jayanti di antaranya, PT Duta Putera Sumatera (MAN), Authorized Dealer Mercedes Benz, PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), dan PT Cakra Jawara (Ivesco).

Di posisi ketiga adalah segmen proyek konstruksi baja yang porsinya sebesar 15%. Pelanggan Arkha Jayanti di segmen ini di antaranya PT Adhi Karya Tbk, PT Hutama Karya Tbk, PT Swadaya Graha (Semen Indonesia) Group, PT Wijaya Karya Tbk dan PT PP (Pembangunan Perumahan) Tbk.

Segmen keempat dalam porsi penjualan ditempati oleh pengangkutan batubara sebesar 11%. Pelanggan segmen ini adalah PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Untuk segmen oil and gas equipment pelanggannya adalah S-Tank Engineering Co.Ltd. dan PT Bangun Bejana Baja.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Arkha Jayantri Persada Tbk Aditya Surya Tjahjanaputra menjelaskan perusahaan akan melanjutkan kerjasama dengan beberapa BUMN, di antaranya dengan ADHI, PTPP, WIKA.

“Kami akan terus bekerjasama dengan perusahaan yang akan memberikan kami proyek. Dengan adanya dana IPO ini modal kerja kami akan bertambah dan dengan modal yang bertambah maka kapasitas produksi kami akan bertambah juga,” jelas Aditya, saat public expose di Jakarta, Rabu (20/2).

Mengenai tantangan dan hambatan bagi perusahaan di tahun ini, Direktur Utama PT Arkha Jayanti Persada Tbk Dwi Hartanto mengatakan tidak ada hambatan yang akan dihadapi perusahaan.

“Tantangannya adalah IPO harus berhasil,” ujarnya.

Sebagai catatan, PT Arkha Jayanti Persada Tbk akan mencatatkan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 12 Maret 2019. Perusahaan ini menggelar masa penawaran awal pada 18 Februari-22 Februari 2019 dan masa penawaran umum IPO akan dilaksanakan pada 4 Maret-6 Maret 2019.

Dalam IPO, Arkha Jayanti menawarkan 500 juta saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 100 atau setara dengan 25% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Untuk harga penawaran kepada masyarakat ditetapkan di rentang Rp 190-Rp 300. Sehingga target dana IPO sebanyak-banyaknya Rp 150 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebesar 70% akan digunakan untuk modal kerja berupa bahan baku dan bahan pembantu. Sementara itu, 30% lainnya akan digunakan untuk pembayaran utang bank dan kepada pemasok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×