kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Antisipasi BI Rate, rupiah dan obligasi tergerus


Senin, 09 April 2012 / 10:23 WIB
Antisipasi BI Rate, rupiah dan obligasi tergerus
ILUSTRASI. Selama masa pandemi, kekayaan para miliarder dunia justru bertambah US$ 8 triliun


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Nilai tukar rupiah dan harga obligasi cenderung tertekan, menjelang pengumuman suku bunga (BI rate) pada pekan ini.

Rupiah tercatat melemah 0,1% ke posisi Rp 9.171 per dollar AS pada pukul 9.28 di Jakarta. Sementara harga obligasi melorot, terlihat dari yield yang naik ke level tertinggi hampir dalam dua pekan. Yield obligasi pemerintah seri benchmark bertenor 10 tahun naik tiga basis poin ke level 5,95%.

Mata uang dan obligasi tertekan lantaran spekulasi bank sentral bakal mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan 12 April mendatang. Goldman Sachs Group Inc. dan Oversea-Chinese Banking Corp. memprediksi, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 5,75%, setelah memangkas sebesar 25 basis poin pada Februari lalu.

"Obligasi tidak begitu menarik sekarang, seiring percepatan inflasi. Apalagi, Bank Indonesia diprediksi tidak akan memangkas atau menaikkan suku bunga pada pekan ini," ujar Aris Setiawan, trader valuta asing di PT Rabobank Internasional Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×