kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Anggaran pengerjaan pabrik UNVR terserap 50%


Rabu, 04 Juni 2014 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Soccer Football - Premier League - Leeds United v Manchester City - Elland Road, Leeds, Britain - December 28, 2022 Manchester City's Jack Grealish misses a chance to score REUTERS/Molly Darlington 


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus melanjutkan pembangunan pabrik oleochemical. Nilai investasi pembangunan pabrik tersebut sekitar Rp 1,5 triliun dan seluruhnya menggunakan kas internal perusahaan.

"Pengerjaannya terus berjalan, dan anggarannya hingga hari ini sudah terserap 50%," tandas Maurits Lalisang, Presiden Direktur UNVR, (4/6). Artinya, sekitar Rp 750 miliar telah dicairkan untuk kebutuhan pengerjaan pabriknya itu.

Pabrik ini nantinya menjadi menjadi sister company UNVR, yakni PT Unilever Oleochemical. Pabrik ini berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Beberapa produk buatan pabrik tersebut seperti fatty acid, surfactant, soap noodles dan glycerine. Manajemen menargetkan, semua produk itu bisa dihasilkan dengan kapasitas 143.000 ton per tahun.

Sebesar 15% dari produksi pabrik tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Sementara, sisanya sebesar 85% akan diekspor.

"Tapi, nanti pendapatannya tidak konsolidasi ke keuangan kami," ujar Maurits.

Proses pembangunannya sendiri telah dilakukan sejak April tahun lalu. Sekitar akhir tahun ini atau awal tahun depan, pengerjaannya akan dilanjutkan ke tahap commisioning.

Dia menambahkan, dalam pembangunan ini pihaknya memperoleh tax holiday dari pemerintah selama lima tahun dan dapat diperpanjang selama dua tahun. "Nanti kami bisa klaim tax holiday-nya, kalau kita sudah lakukan penjualan secara komersial," pungkasnya.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×