kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Analis: Waspada tekanan jual pada IHSG berlanjut


Rabu, 21 Maret 2012 / 08:18 WIB
Analis: Waspada tekanan jual pada IHSG berlanjut
ILUSTRASI. Logo Adaro Energy di gedung kantor pusat ADRO, Jakarta, Jumat (4/2). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/04/02/2019.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang bergerak mix. Diperkirakan juga, IHSG pada pembukaan Rabu (21/3) akan mengikuti pergerakan regional.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menuturkan, kemarin, Hang Seng sempat terkena tekanan jual karena isu krisis properti. Selain itu, pergerakan Dow Jones Industrial Average (DJIA) tadi malam menjadi hal yang masih perlu diperhitungkan untuk kelanjutan tren IHSG, hari ini.

Asal tau saja, semalam Dow Jones ditutup turun 0,52%, dan bursa teknologi AS, Nasdaq juga mundur 0,14%, sementara index S&P tergelincir 0,03%.

"Kejatuhan Wall Street dan bursa utama Eropa semalam akibat kekhawatiran outlook pertumbuhan ekonomi China setelah naiknya harga BBM di negara tersebut," imbuh Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Rabu (21/3).

Secara teknikal, Edwin menguraikan, saat ini IHSG membentuk pola Long Legged Doji yang mengindikasikan koreksi IHSG akan terbatas. "Saya melihat IHSG akan berputar di kisaran 3.988 - 4.037," ujarnya. Untuik posisi trading, Edwin merekomendasikan buy on weak untuk saham INTA, LSIP, MYOR, BBCA

Sedangkan Satrio memprediksi, support indeks di 3.940-4000, dengan resistance di 4.025-4.050. "Bila tembus support di 4.000, maka akan ada kemungkinan IHSG terus merosot," prediksinya.

Dia juga mengingatkan untuk mengamati tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, GGRM dan ASII karena isu kenaikan uang muka (DP) kredit perumahan dan kredit kendaraan bermotor. "Tekanan jual pada saham-saham besar tersebut ditakutkan akan merembes pada saham-saham lainnya," imbuh Satrio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×