kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Analis prediksi otot rupiah akan kendur


Kamis, 17 Maret 2016 / 06:55 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kemarin (16/3), menjelang pengumuman The Fed, rupiah tertekan oleh pergerakan dollar AS yang semakin berotot. Di pasar spot, Rabu (16/3) nilai tukar rupiah terkulai 0,78% ke level Rp 13.267 per dollar AS dibandingkan sehari sebelumnya.

Serupa, kurs tengah Bank Indonesia (BI) terpeleset 0,63% ke Rp 13.169 per dollar AS.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, menjelaskan, dollar AS rebound menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Terlebih muncul sinyal kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juni mendatang.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, pembelian dollar AS oleh sejumlah bank turut menekan rupiah. Prediksi bahwa BI memangkas suku bunga lagi, juga menambah tekanan pada rupiah.

"Penurunan BI rate pasti akan berdampak pada melemahnya rupiah dalam jangka pendek," paparnya.

Untunglah, sejumlah data ekonomi Indonesia relatif bagus sehingga menahan kejatuhan rupiah lebih dalam. Lagi pula di sisi lain, suku bunga negatif di Jepang dan Eropa telah mendorong aliran dana masuk ke pasar keuangan dalam negeri.

Sejumlah faktor tersebut memberikan tenaga ekstra bagi rupiah. Josua memprediksikan, rupiah pada Kamis (17/3) berpotensi melemah pada kisaran Rp 13.150 - Rp 13.300 per dollar AS. Senada, Agus menduga rupiah melemah pada rentang Rp 13.000-Rp 13.400 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×