kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Analis Prediksi IHSG Akhir Tahun 2023 7.600, Berikut Saham yang Jadi Pendorongnya


Rabu, 16 Agustus 2023 / 07:50 WIB
Analis Prediksi IHSG Akhir Tahun 2023 7.600, Berikut Saham yang Jadi Pendorongnya
ILUSTRASI. Analis Prediksi IHSG Akhir Tahun 2023 7.600, Berikut Saham yang Jadi Pendorongnya


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendekati level 7.000 pada 15 Agustus 2023. Analis prediksi IHSG bisa mencapai level 7.600 pada akhir tahun 2023. Sejumlah saham bakal mengalami kenaikan harga dan menjadi motor penggerak IHSG.

Pada perdagangan Selasa 15 Agustus 2023, IHSG ditutup di level 6.915,10 naik 4,93 poin atau 0,071% dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam perdagangan 5 hari terakhir, IHSG terakumulasi bertambah 31,65 poin atau 0,46%.

Analis yang prediksi IHSG bisa mencapai 7.600 pada akhir tahun 2023 adalah Head of Research Team & Strategist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Robertus Hardy. 

Menurut tim Mirae Asset Sekuritas Indonesia, ada tiga sektor industri yang bisa mendorong laju IHSG hingga akhir tahun 2023. Saham tersebut dario industri semen, otomotif, dan telekomunikasi.

Ketiga sektor beserta mayoritas perusahaan yang menjadi anggotanya (konstituen) diuntungkan dari naiknya tingkat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pasca-pandemi tahun lalu. 

"Ketiga sektor memiliki potensi return yang lebih tinggi dari IHSG yang saat ini langkahnya masih terbebani sektor komoditas. Mobilitas masyarakat utamanya akan mendorong pembelian mobil dan motor," ujar Robertus dalam Media Day, Selasa (15/8).

Baca Juga: Valuasi Saham Menarik & Gencar Ekspansi, Analis Rekomendasi Beli Saham Blue Chip Ini

Menurut dia, faktor lebih sedikitnya hari libur juga diyakini akan menaikkan volume penjualan semen, pun sektor telekomunikasi akan diuntungkan dengan semakin meluasnya ekspansi jaringan fixed broadband.

Robertus melanjutkan, perusahaan-perusahaan di sektor otomotif dan industri pendukungnya akan mengalami pertumbuhan yang signifikan tahun ini. Khusus motor, penjualan unit tahun ini diprediksi tumbuh lebih dari 30% dan diyakini akan tercapai mengingat pertumbuhan semester I-2023 mencapai 42,5% dibanding paruh pertama tahun lalu Year on Year (YoY).

Di sektor telekomunikasi, belanja komunikasi masyarakat masih akan tumbuh meskipun tingkat pemakaian ponsel pintar di Indonesia sudah cukup tinggi. Potensi pertumbuhannya diprediksi masih cukup besar terutama karena operator telekomunikasi sedang menggodok konvergensi layanan fixed broadband dengan mobile data (Fixed Mobile Convergence/FMC).

Adapun di sektor semen, dia menilai bahwa semakin pulihnya tingkat konsumsi masyarakat masih akan mendorong pertumbuhan sektor pendukung infrastruktur tersebut, ditambah dengan faktor turunnya harga komoditas dapat menguntungkan beberapa produsen bahan bangunan itu.

Untuk ketiga sektor tersebut, Robertus memiliki saham pilihannya sendiri yaitu TLKM (Trading Buy, dengan target harga Rp 5.100 untuk 12 bulan ke depan), ASII (Buy, dengan target harga Rp 7.500), dan INTP (Buy, dengan target harga Rp 12.875).

Lima saham lain yang masuk top picks Agustus adalah AKRA, ERAA, EXCL, MPMX, PRDA.

Harga saham EXCL pada perdagangan Selasa 15 Agustus 2023 ditutup di level 2.280, naik 40 poin atau 1,79% dibandingkan sehari sebelumnya. Harga saham EXCL menarik dicermati karena sempat menembus 2.380 pada 9 Agustus 2023 lalu.

 

Adapun menurut Head of Research Investasiku, Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya yang mencermati bahwa IHSG di bulan Agustus 2023 ini masih dipengaruhi sentimen global setelah inflasi AS di bulan Juni kemarin, yang naik lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan semakin menjauhi target The Fed di 2%.

“Hal ini membuat pelaku pasar kembali bimbang dan menimbulkan ketidakpastian dari kebijakan moneter The Fed berikutnya,” kata Cheril kepada Kontan, Selasa (15/8).

Sesuai yang disampaikan oleh Gubernur The Fed pada Federal Open Market Committee (FOMC) lalu, The Fed akan mencermati data-data yang bakal menentukan kebijakan moneter selanjutnya. 




TERBARU

[X]
×