kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Analis: Pekan depan, IHSG masih akan tertekan


Minggu, 03 Juni 2012 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Harga emas Antam turun Rp 1.000 pada hari ini


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sentimen negatif mendominasi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan kemarin (28 Mei-1 Juni). Jika dihitung, selama sepekan, IHSG sudah rontok 2,63%.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengamati, sentiman negatif Eropa dan pelemahan rupiah yang menjadi penyebab penurunan indeks. "Pengumuman data inflasi yang cukup bagus tidak juga mampu mengangkat indeks ke area positif," ujarnya, Sabtu (2/6).

Sementara, Analis Corfina Capital Deni Hamzah melihat, pada pekan depan (4 Juni-8 Juni), IHSG masih akan melanjutkan koreksi. "Sentimen penurunan Dow jones Industrial Average (DJIA) berpotensi menyeret kejatuhan bagi IHSG," kata Deni, Minggu (3/6) kepada KONTAN.

Berdasarkan perhitungan Deni, IHSG akan bergerak ke level support di 3.750 dengan level resisitance di 3.850. Sementara, dari indikator stochastic, indeks belum menunjukkan kondisi oversold. "Jika IHSG sudah melewati level support atau berada di bawah 3.750, saya merekomendasikan agar investor melakukan trading buy," paparnya.

Deni menyarankan agar investor untuk mengakumulasi saham-saham bluechips, terutama dari sektor infrastruktur dan konsumsi karena relatif tahan pada market yang bearish.

Sedangkan pada awal pekan ini, Senin (4/6), Purwoko memperkirakan, indeks akan melemah terbatas di kisaran 3.770-3.830. Purwoko berujar, IHSG masih akan dibayangi oleh perkembangan dari krisis Eropa dan perkembangan dari perbankan Spanyol di mana yield mereka tercatat naik signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×