kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.751   56,37   0,99%
  • KOMPAS100 746   10,46   1,42%
  • LQ45 567   9,87   1,77%
  • ISSI 199   0,89   0,45%
  • IDX30 321   5,68   1,80%
  • IDXHIDIV20 396   7,04   1,81%
  • IDX80 85   1,30   1,56%
  • IDXV30 108   1,35   1,27%
  • IDXQ30 104   1,59   1,56%

Analis : Market sudah prediksi suku bunga acuan BI akan tetap


Kamis, 19 Juli 2018 / 21:19 WIB
ILUSTRASI. Papan Elektronik Pergerakan Harga Saham di BEI


Reporter: Yoliawan H | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7 day reverse repo rate di level 5,25%. Langkah BI ini sudah diprediksi oleh pelaku pasar.

Rovandi, Analis Trimegah Sekuritas mengatakan, sebenarnya ini sudah diprediksi banyak pelaku pasar sehingga tidak akan banyak berpengaruh. Kecuali jika bunga naik maka dapat menjadi katalis negatif.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (19/7) ditutup melemah 0,33% menjadi 5.871. Ini lebih disebabkan oleh pelemahan yang terjadi pada rupiah. Padahal, kebijakan suku bunga acuan BI ini dilakukan untuk mengamankan nilai tukar rupiah.

“Indeks terkoreksi hari ini adalah salah satu dampaknya, namun ini juga memang sudah waktunya indeks untuk terkoreksi,” ujar Rovandi saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/7).

Menurutnya di kondisi saat ini, rupiah bisa tertekan ke level 14.500 per dollar Amerika Serikat dan BI akan ada potensi kembali menaikan BI 7 day reverse repo rate sekitar 25 basis poin (bps)-50 bps dalam waktu dekat untuk menyesuaikan dengan suku bunga acuan Amerika Serikat.

“Secara sektoral ini sentimennya akan berdampak positif untuk sektor perbankan dan properti. IHSG diharapkan sentuh 6.100 di akhir tahun,” ujar Rovandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×