kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.029   29,00   0,17%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Analis: Lelang sukuk hari ini cukup sukses meski pasar obligasi belum pulih


Selasa, 26 Juni 2018 / 20:47 WIB
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyerap dana Rp 5,15 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 7,14 triliun pada lelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara pada Selasa (26/6). Dengan hasil ini, pemerintah berhasil melampaui target indikatif yang ditetapkannya sebesar Rp 4 triliun.

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia Anil Kumar menyebut, lelang sukuk hari ini tergolong sukses di tengah masih kuatnya sentimen negatif yang menerpa pasar obligasi dalam negeri. Di antaranya adalah pelemahan nilai tukar rupiah dan aksi jual obligasi oleh investor asing.

Dia menjelaskan, lelang kali ini bisa dibilang lebih didominasi oleh investor-investor domestik, terutama investor yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap instrumen obligasi berbasis syariah. 
Investor tersebut memanfaatkan koreksi pasar untuk membeli sukuk dengan harga yang murah. “Hari ini juga merupakan lelang SBN pertama setelah libur lebaran. Jadi investor ramai-ramai kembali mengisi portofolionya,” tambahnya.

Lebih lanjut Anil bilang, karena pasar obligasi Indonesia masih dihantui ketidakpastian, para investor dinilai banyak yang melakukan rebalancing dan memperpendek durasi surat utangnya. 

Alhasil, seri-seri bertenor pendek seperti SPNS01122018 cukup laris diburu oleh para investor. Seri tersebut memperoleh penawaran masuk sebesar Rp 5,25 triliun.

“Yield SUN Indonesia masih cenderung naik sehingga sebagian investor tidak mau ambil risiko,” kata Anil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×