kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Analis: IHSG sesi II menuju 5.200


Kamis, 10 Juli 2014 / 13:41 WIB
Analis: IHSG sesi II menuju 5.200
ILUSTRASI. BMKG Mencatat Gempa Magnitudo 4,3 di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tetap perkasa pada penutupan sesi I hari ini (10/7). Data RTI menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, indeks ditutup dengan kenaikan 2,04% menjadi 5.127,2.

Analis memprediksi, penguatan IHSG masih akan berlanjut untuk sesi kedua ini. "IHSG akan menuju resistance 5.179 dengan posisi support ada di 5.002," imbuh William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities.

Dia menambahkan, euforia dari selesainya penyelenggaraan pilpres masih menjadi penggerak sejumlah saham penggerak indeks melejit. Namun, investor disarankan untuk tetap tidak terlalu larut denga euforia ini demi meminimalisir resiko investasi jika sewaktu-waktu IHSG berbalik arah.

Untuk sesi kedua, William merekomendasikan saham BBNI, BBTN, ASII, UNVR, ASRI, BBCA, MEDC, KLBF, KAEF, ACES, dan ISAT.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menjelaskan, euforia pasca pilpres sebenarnya masih agak tertahan. Sebab, kedua pasangan capres-cawapres saling mengklaim kemenangan dirinnya. Sehingga, hak tersebut membuat adanya ketidakpastian yang baru di pasar.

Kendati demikian, secara teknikal IHSG masih memiliki kekuatan untuk menanjak. IHSG awalnya menguji resistance kuat 5.050-5.100, dan ternyata level ini sudah berhasil dikonfirmasi sehingga penguatan IHSG akan menuju resistance 5.200-5.250.

"Hanya penutupan di bawah psikologis 5.000 yang bisa menjadi sinyal negatif pergerakan IHSG berikutnya," pungkas Satrio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×