kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Analis: Hindari perburuan saham batubara


Rabu, 22 September 2010 / 13:19 WIB
Analis: Hindari perburuan saham batubara


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Analis pasar modal dari AmCapital Janson Nasrial berpendapat, sebaiknya investor menghindari perburuan saham-saham batubara. Sebab, harga batubara saat ini mengikuti pergerakan harga minyak yang naik turun akibat ketidakpastian ekonomi global.

Janson memprediksi, harga minyak akan bergerak di kisaran US$ 74 hingga US$ 77 sebarel tahun ini. "Harga minyak tak akan lebih dari US$ 80," jelasnya. Mengikuti pergerakan minyak, harga batubara pun tak akan melesat tinggi. Janson memprediksi, harga batubara akan bergerak di kisaran US$ 95 hingga US$ 100 per ton.

Terkait hal itu, Janson merekomendasi untuk masuk ke saham-saham komoditas. "Yang paling bagus itu metal," jelasnya. Misalnya saja PT Timah (TINS) dan PT International Nickel Indonesia (INCO).

Dia beralasan, saat ini, perekonomian China tumbuh stabil yang berada di kisaran 9%-10%. Alhasil, permintaan untuk basic metal, khususnya timah dan nikel, cukup tinggi. "Jika permintaan naik, otomatis harganya juga naik," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×