kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.822   56,00   0,32%
  • IDX 6.422   -18,71   -0,29%
  • KOMPAS100 840   -1,89   -0,22%
  • LQ45 638   -2,64   -0,41%
  • ISSI 224   -1,02   -0,45%
  • IDX30 354   -1,76   -0,49%
  • IDXHIDIV20 442   -2,17   -0,49%
  • IDX80 96   -0,29   -0,30%
  • IDXV30 121   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 114   -0,71   -0,62%

Analis: ELTY lalai beli obligasi


Rabu, 27 Agustus 2014 / 18:11 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA. Karyawan menunjukkan logam mulia emas di gerai Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Berniat untung, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeli obligasi Rp 1,65 triliun dari Madison Global pada 2013 lalu. Ini merupakan pengalihan bersyarat Surat Utang Konversi (SUK) antara PT Bakrie Capital Indonesia dengan PT Bakrie Nirwana Semesta.

Namun nyatanya, pihak ELTY tak kunjung menerima pembayaran bunga obligasi tersebut. Bunga yang harusnya dibayarkan pada 7 Agustus belum juga diterima ELTY. Dus, pokok obligasi tersebut akan jatuh tempo di 7 Februari 2015.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada melihat bahwa pembelian obligasi Madison ini merupakan bentuk kelalaian ELTY. Padahal jika ingin melakukan investasi, seharusnya diperhitungkan dengan matang kondisi untung-rugi serta risikonya. Apalagi untuk korporasi, aspek legal semestinya bisa konkret dalam melihat kelayakan suatu investasi.

“Kalau ELTY ingin melakukan investasi, harusnya mereka bisa menganalisis dengan benar,” ujarnya.

Lalu apabila tujuan emiten milik Grup Bakrie ini adalah mengincar lahan Madison, dana pengembangannya pun harus dipikirkan. Terlebih, ELTY tengah dipusingkan oleh usaha merestrukturisasi utang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×