kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Analis: Dividen naik, bisa hambat ekspansi BUMN


Kamis, 21 September 2017 / 21:24 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah menaikkan target penerimaan lewat dividen BUMN. Artinya, ada potensi emiten BUMN akan menaikkan porsi dividen. Sebelumnya, BUMN hanya menyanggupi setoran dividen BUMN tahun 2018 sebesar Rp 44,7 triliun.

Jumlah ini bertambah Rp 3,7 triliun, dibandingkan target dividen BUMN 2017 yang dipatok sebesar Rp 41 triliun.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri menyatakan besaran dividen memang didasari oleh keputusan RUPS. Di mana pemegang saham mayoritas akan menentukan keputusan RUPS. Namun, menurutnya, dividen yang tepat tersebut yakni merupakan residual value atau uang sisa setelah dikurangi oleh belanja modal dan dana ekspansi.

"Mungkin, sebagian bisa jadi beban karena kalau dana ekspansi tidak cukup, emiten akan mengambil lewat pinjaman perbankan," kata Hans kepada KONTAN.co.id, Rabu (20/9) kemarin.

Dia menyoroti kinerja emiten karya, dimana beberapa di antara emiten konstruksi tersebut masih membutuhkan dana yang besar untuk kebutuhan proyek. Untuk itu, pembagian dividen emiten bisa mengurangi porsi pendanaan untuk ekspansi.

"Namun ini kebijakan pemerintah yang akan ditentukan dalam RUPS," imbuhnya. Hans melihat emiten seperti BBRI, JSMR, WIKA, dan PTPP masih menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×