kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: Dividen naik, bisa hambat ekspansi BUMN


Kamis, 21 September 2017 / 21:24 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah menaikkan target penerimaan lewat dividen BUMN. Artinya, ada potensi emiten BUMN akan menaikkan porsi dividen. Sebelumnya, BUMN hanya menyanggupi setoran dividen BUMN tahun 2018 sebesar Rp 44,7 triliun.

Jumlah ini bertambah Rp 3,7 triliun, dibandingkan target dividen BUMN 2017 yang dipatok sebesar Rp 41 triliun.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri menyatakan besaran dividen memang didasari oleh keputusan RUPS. Di mana pemegang saham mayoritas akan menentukan keputusan RUPS. Namun, menurutnya, dividen yang tepat tersebut yakni merupakan residual value atau uang sisa setelah dikurangi oleh belanja modal dan dana ekspansi.

"Mungkin, sebagian bisa jadi beban karena kalau dana ekspansi tidak cukup, emiten akan mengambil lewat pinjaman perbankan," kata Hans kepada KONTAN.co.id, Rabu (20/9) kemarin.

Dia menyoroti kinerja emiten karya, dimana beberapa di antara emiten konstruksi tersebut masih membutuhkan dana yang besar untuk kebutuhan proyek. Untuk itu, pembagian dividen emiten bisa mengurangi porsi pendanaan untuk ekspansi.

"Namun ini kebijakan pemerintah yang akan ditentukan dalam RUPS," imbuhnya. Hans melihat emiten seperti BBRI, JSMR, WIKA, dan PTPP masih menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×