kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,14   -0,66   -0.07%
  • EMAS987.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Analis Binaartha rekomendasikan beli saham MEDC, ini alasannya


Senin, 13 Januari 2020 / 07:00 WIB
Analis Binaartha rekomendasikan beli saham MEDC, ini alasannya


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) baru saja mendapatkan kenaikan peringkat dari dua lembaga pemeringkat internasional yaitu Moody’s dan S&P.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menilai, ke depan Medco masih memiliki prospek yang positif. Terutama pada tahun ini, Medco menargetkan produksi minyak meningkat sebesar 110.000 barel setara minyak ber hari (boepd). Sedangkan per semester I-2019 produksi Medco sebesar 96.000 boepd.

“Kenaikan produksi tersebut akan terwujud setelah MEDC mengakuisisi Ophir Energy, sehingga akan memberikan katalis positif bagi kinerja Medco ke depan. Apalagi tren harga minyak ke depan akan terus positif, menyusul penerapan stabilisasi harga minyak OPEC, serta meningkatnya gejolak politik dan keamanan yang terjadi di kawasan Timur Tengah,” jelas Nafan dalam riset yang diterima Kontan, Minggu (12/1).

Baca Juga: Moody's naikkan peringkat obligasi global anak usaha Medco Energi (MEDC)

Di sisi lain, proyek pengembangan Blok Meliwis di Jawa Timur yang ditargetkan mulai berproduksi pada Q2-2020, serta proyek pengembangan fase 4B konsesi Bualuang di Thailand yang masih konsisten dalam program pengeboran hingga tahun 2020, akan berkontribusi positif dalam mendorong kinerja emiten.

MEDC juga berencana melakukan aksi korporasi dengan melepas dua anak usahanya, yakni PT Medco Power Indonesia dan PT Amman Mineral Nisa Tenggara untuk menggelar initial public offering (IPO) guna mencari dana segar sebesar US$ 600 juta.

Selain melakukan ekspansi, MEDC juga dikabarkan akan melakukan divestasi usaha. Emiten berencana melepas tujuh blok migas yang pernah dikelola Ophir karena dianggap high risk sehingga dinilai tidak ekonomis. Ke tujuh blok tersebut di antaranya di Guinea, Mexico, Bangladesh, 2 blok di Vietnam, Aru, dan Papua Barat.

Lebih lanjut, mengutip Bloomberg, riset Binaartha Sekuritas menjabarkan pendapatan MEDC pada 2019 diproyeksikan mencapai US$ 1,39 miliar dan diperkirakan naik pada 2020 menjadi US$ 1,53 miliar.

Sementara itu, laba bersih diperkirakan meningkat, dari net loss US$ 4,17 juta di 2018 menjadi net profit US$ 94 juta di 2019 dan diperkirakan kembali meningkat menjadi US$ 131 juta.

Baca Juga: Moody's kerek peringkat Medco Energi Internasional (MEDC)

Adapun pada kuartal III-2019, MEDC berhasil membukukan laba bersih US$ 19,27 juta. Sementara itu pendapatan perusahaan naik 12,7% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 1,01 miliar.

Berdasarkan perspektif teknikal, adapun pergerakan harga saham MEDC telah mengalami bullish trend karena melampaui batas atas dari downtrend line, serta terlihat adanya pola double bottom formation.

Di sisi lain, indikator RSI bergerak ke atas di area positif. Nafan menyarankan akumulasi beli dengan estimasi target harga jangka menengah di level Rp 1.150. Adapun per Jumat (10/1) harga MEDC ditutup di level Rp 895.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×