kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Anak ABM Investama kantongi kontrak US$ 178 juta


Senin, 20 April 2015 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett mengembangkan minat di dunia bisnis dan berinvestasi sejak usia dini termasuk di pasar saham. REUTERS/Rick Wilking


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama, mengantongi kontrak baru dengan nilai lebih dari US$ 178 juta. Pendandatangan kontrak telah dilakukan pada 16 April 2015 dengan PT Adidaya Tangguh.

Irfan Setia Putra, Presiden Direktur Cipta Kridatama mengatakan, kontrak jasa pertambangan mineral bijih besi tersebut berlaku hingga 2023 mendatang. Sesuai kontrak, Cipta Kridatama akan melakukan pekerjaan seperti pengupasan lahan (overburden removal) dan pengangkutan bijih besi.

Selain itu, perusahaan juga akan menyewa alat berat untuk menggarap tambang bijih besi yang berlokasi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Targetnya, Cipta Kridatama bisa melakukan pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup lebih dari 13 juta bank cubic meter (bcm).

Sedangkan produksi bijih besi diharapkan bisa mencapai lebih dari 21 juta metrik ton. Adapun, luas area yang ditambang mencapai 100 hektare (ha). Kontrak ini merupakan kontrak pertama yang diperoleh perseroan untuk tambang non batubara.

"Ini merupakan langkah untuk menjaga kinerja positif perusahaan ditengah industri batubara yang belum menguat," tutur Irfan, Senin (20/4).

Ia juga bilang, hal ini sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk memperoleh lebih banyak klien Khususnya, perusahaan yang bergerak di tambang mineral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×