kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Aksi merger APEX hanya untuk dongkrak harga


Jumat, 04 April 2014 / 16:21 WIB
ILUSTRASI. Cara menanam lidah mertua di air.


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rencana merger PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) dengan pemegang sahamnya, PT Apexindo Energi Investama (AEI) dinilai terlalu rumit dan cukup beresiko bagi para pemegang saham publik.

Jhon Veter, Analis Investa Saran Mandiri mengatakan,  investor perlu berhati-hati dan mewaspadai aksi korporasi emiten kontraktor pengeboran ini. Pasalnya, aksi korporasi APEX ini dinilai penuh dengan manuver dan membingungkan bagi investor. Aksi korporasi ini tak jarang ditemukan oleh beberapa emiten grup Bakrie, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Asia Resources Minerals Plc (ARMS). "Jika aksi korporasinya rumit, lebih baik dijauhi. Sebab resiko sangat besar bagi investor kecil untuk memiliki saham APEX," ujarnya.  

Jhon berasumsi, rencana merger dan pelepasan saham ke publik ini cenderung spekulatif, dan hanya dimanfaatkan untuk mendongkrak saham APEX di bursa.

Namun, dengan skema buyback yang ditawarkan perseroan, Jhon bilang, tak ada salahnya untuk memanfaatkan kondisi buyback tersebut. "Jika memang betul, jual saja," tambahnya. Adapun, saat ini harga saham APEX naik cukup signifikan 25% , sebesar Rp 3.425 per saham. Jhon merekomendasikan posisi jual, dengan target harga spekulatif Rp 3.795 per saham.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×