kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akhir tahun, obligasi korporasi tembus Rp 110 T


Minggu, 02 Oktober 2016 / 13:40 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

DENPASAR. Obligasi korporasi masih terus ramai peminat. Di tengah era suku bunga turun, banyak korporasi yang mencari pendanaan melalui penerbitan obligasi.

Hingga bulan September lalu, penerbitan obligasi korporasi di Indonesia sudah menyentuh hampir Rp 66 triliun. Jika tidak ada aral melintang, jumlah obligasi akan terus meningkat sampai akhir tahun. "Hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 110 triliun," ujar Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Salyadi Saputra akhir pekan ini.

Namun sayangnya, pasar obligasi korporasi Indonesia masih jauh tertinggal dari negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dan Malaysia. Salyadi mengatakan, rasio obligasi korporasi terhadap utang bank di dua negara itu cukup tinggi.

"Di Singapura rasionya 78%, Malaysia 47,5%. Di Indonesia masih kecil hanya 7,5%," ujar Salyadi. Data ini menunjukkan korporasi di Indonesia masih senang untuk mencari pendanaan di bank. Padahal jika perusahaan Indonesia mencari uang dari obligasi bisa mendapatkan biaya yang lebih murah.

"Hingga kini bank tidak punya saingan," ujarnya lagi.

Tahun depan, menurut Salyadi, pasar obligasi diprediksi akan semakin baik. Selain tren suku bunga yang turun, korporasi akan senang mencari duit di obligasi. Para investor pun juga akan lebih banyak mencari imbal hasil dari obligasi. "Tahun depan jumlah obligasi yang beredar bisa naik terus," ujar Salyadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×