kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Akhir 2015, harga nikel bisa melemah ke US$ 8.800


Selasa, 10 November 2015 / 21:05 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Analis memprediksi, harga nikel berpeluang tergerus hingga kisaran US$ 8.800 per metrik ton pada pengujung tahun 2015.

Pergerakan komoditas ini bakal bergantung rencana kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed pada Desember 2015.

Mengutip Bloomberg Selasa (10/11) pukul 09.51 WIB, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) merosot 1,6% dibandingkan hari sebelumnya menjadi US$ 9.425 per metrik ton.

Sepekan, harga nikel sudah menukik 5,03%.

Pengamat Komoditas SoeGee Futures, Ibrahim menjelaskan, berpendapat, jika The Fed mengerek suku bunga acuannya pada Desember 2015, harga nikel berpeluang tergerus hingga US$ 8.800 - US$ 9.000 per metrik ton.

Menguatnya mata uang negeri paman sam bakal menggerus permintaan nikel.

Sebab, komoditas ini diperdagangkan dalam mata uang yang kian mahal.

"Di sisi lain, harga nikel belum bisa terbantu dari sisi permintaan," jelas Ibrahim.

Organisation for Economic Co-operation and Development alias OECD kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2015 dari semula 3% menjadi 2,9%.

Sebaliknya, jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuannya di 0% - 0,25%, Ibrahim menduga harga nikel berpeluang melambung hingga kisaran US$ 12.000 - US$ 13.000 per metrik ton pada akhir tahun 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×