kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Agung Podomoro Land (APLN) dapat restu percepat pembayaran obligasi


Rabu, 25 September 2019 / 14:20 WIB

Agung Podomoro Land (APLN) dapat restu percepat pembayaran obligasi
ILUSTRASI. Proyek properti Agung Podomoro Land

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) telah mendapat persetujuan para pemegang obligasi untuk mempercepat pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2015, Rabu (25/9). 

Nilai pokok obligasi tersebut sebesar Rp 99 miliar dan jatuh tempo pada 25 Maret 2020. Percepatan pembayaran dilakukan oleh emiten berkode APLN tersebut karena nilai jaminan yang tinggi. 

"Dari dulu jaminan semua obligasi kita kan Central Park," ujar Sekretaris Perusahaan Justini Omas, Rabu (25/9). 

Baca Juga: Gandeng BTN, Agung Podomoro Land tawarkan bunga KPR 5%

APLN besok Kamis (26/9) juga akan melakukan RUPO untuk meminta persetujuan percepatan pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2014 dengan nilai pokok sebesar Rp 451 miliar. Obligasi ini jatuh tempo pada 19 Desember 2019. 

Jadi, secara total, APLN akan melakukan percepatan pembayaran sebesar Rp 550 miliar. Menurut peryataan Justini, berarti jaminan atas kedua obligasi tersebut adalah Central Park Mall. "Valuasinya terakhir Rp 6,3 triliun," jelas dia. 

Sebagai catatan, Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 milik APLN tercatat di BEI pada 22 Desember 2014 dengan bunga obligasi 12,5%. Sedangkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2015 tercatat di BEI pada 26 Maret 2015 dengan bunga 11,25%.

Percepatan pembayaran obligasi ini sudah disampaikan oleh APLN sejak Rabu (11/9) melalui keterbukaan informasi BEI. Pengumuman tersebut keluar tidak lama setelah peringkat utang APLN dipangkas PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Akhir Juli lalu, Pefindo memangkas peringkat utang APLN dan kedua obligasinya dari idA- menjadi idBBB. 

Sementara itu, untuk outlook utang APLN menjadi credit watch alias pengawasan kredit dengan implikasi negatif. Artinya, meningkatnya ketidakpastian atas kemampuan APLN untuk membayar kembali utang akibat kondisi keuangan yang tidak likuid. 

Baca Juga: Agung Podomoro Land (APLN) gelar RUPO percepatan pelunasan obligasi


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


×