kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ADRO kantongi pinjaman US$ 422 juta untuk PLTU


Selasa, 24 Januari 2017 / 19:48 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencapai kesepakatan pembiayaan (financing close) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x100 mega watt (MW) di Tabalong, Kalimantan Selatan. Total nilai investasi proyek itu mencapai US$ 545 juta.

Garibaldi Thohir, Presiden Direktur ADRO mengatakan, anak usaha perseroan, PT Tanjung Power Indonesia (TPI) mendapat komitmen pembiayaan US$ 422 juta dari enam bank komersial, termasuk fasilitas kontinjensi sebesar US$ 13 juta.

Fasilitas pinjaman itu diperoleh dari Korea Development Bank, The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd, DBS Bank Ltd, Mizuho Bank Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan The Hong Kong Shanghai Banking Corporation Limited.

"Ini menjadi pencapaian penting setelah sebelumnya kami mencapai financing close untuk PT Bhimasena Power Indonesia (BPI)," ujar Garibaldi dalam keterangan resmi, Selasa (24/1).

Nantinya, proyek ini akan menjual listrik ke PLN di bawah Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) yang berlaku untuk jangka waktu 25 tahun dan setelah commercial operation date (COD). PPTL antara perseroan dan PLN sudah diteken pada 15 Oktober 2014 lalu. "Pasokan batubara akan disediakan oleh PT Adaro Indonesia," imbuhnya.

Proyek ini sudah mulai konstruksi sejak Juni 2016 dengan menggunakan dana dari para sponsor. Kedua unit PLTU diharapkan bisa mencapai COD di semester I tahun 2019 mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×