kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Adhi Karya (ADHI) menyebut keberadaan INA jadi solusi bagi BUMN karya


Senin, 19 April 2021 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Kementerian BUMN menerbitkan aturan baru terkait penjualan aset BUMN ke Indonesia Investment Authority (INA).


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerbitkan aturan baru terkait penjualan aset BUMN ke Lembaga Pengelola Investasi, Indonesia Investment Authority (INA). Aturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan yaitu 29 Maret 2021. 

Aturan tersebut menjelaskan persyaratan yang perlu dipenuhi BUMN agar dapat memindahkan atau menjual asetnya ke INA. Antara lain aset BUMN dinilai sudah tidak menguntungkan, merupakan bagian dari program restrukturisasi dan penyehatan BUMN, diperlukan oleh kementerian atau lembaga pelaksana tugas dan fungsi negara, serta menjadi satu-satunya alternatif sumber dana bagi BUMN untuk kebutuhan mendesak. 

Direktur Keuangan Adhi Karya (ADHI) Agung Dharmawan mengatakan, prinsipnya keberadaan INA menjadi salah satu solusi bagi BUMN Karya. 

"Kami pun berharap ada bagian porsi investasi ADHI yang bisa bersinergi dengan INA, namun dalam jangka pendek 2-3 bulan ini rasanya belum," kata Agung kepada Kontan.co.id, Senin (19/4). 

Hal ini terkait dengan proses persiapan detil yang diperlukan olek kedua belah pihak. Menurut Agung, INA pun pasti memiliki pertimbangan dalam memilih proyek dan prioritas tertentu. 

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir keluarkan aturan baru: Sah BUMN pindahkan aset ke LPI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×