kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Adhi Commuter Properti targetkan dana Rp 2,5 triliun melalui IPO


Selasa, 18 Februari 2020 / 17:24 WIB
Adhi Commuter Properti targetkan dana Rp 2,5 triliun melalui IPO
ILUSTRASI. Adhi Commuter Properti berencana melepas 30% sahamnya kepada publik.

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah diberitakan akan melantai sejak 2019 lalu, PT Adhi Commuter Properti akhirnya bakal melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada kuartal II-2020 ini. Adhi Commuter Properti berencana melepas 30% sahamnya kepada publik dengan target dana yang bisa dihimpun mencapai Rp 2,5 triliun.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana hasil IPO untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) sebanyak 80% atau setara Rp 2 triliun. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ini akan menggunakan sisa dana untuk membayar utang atau setara Rp 500 miliar.

“Yang 20% digunakan untuk pre-financing, karena target kami 50%-nya untuk pengembalian obligasi,” jelas Yusuf saat konferensi pers di JCC, Selasa (18/2).

Baca Juga: Garap TOD, Adhi Karya (ADHI) bisa meningkatkan recurring income hingga 30%

Dalam proses IPO, anak perusahaan Adhi Commuter telah menunjuk tiga hingga empat underwriter. Namun, Yusuf belum bisa menyampaikan siapa saja penjamin emisi perusahaan. “Kami tidak single underwriter. Sekarang dalam proses finalisasi, akhir bulan ini selesai dan memulai proses IPO,” imbuh dia.

Yusuf menambahkan, Adhi Commuter mengulur waktu sejak tahun lalu hingga akhirnya memutuskan IPO di tahun ini lantaran kondisi pasar tahun lalu yang tidak memungkinkan. Selain itu, nilai aset dirasa belum memenuhi.

Adhi Commuter Properti bakal menggunakan buku Desember 2019. Pada akhir tahun lalu, nilai aset Adhi Commuter mencapai Rp 4 triliun dan nilai ekuitas Rp 2 triliun. Anak usaha BUMN ini juga memiliki jumlah landbank seluas 180 hektare (ha).

Baca Juga: Adhi Commuter Properti targetkan tower 1 Cisauk Point topping off akhir tahun ini

Selain bakal IPO, perusahaan yang bergerak di bidang properti ini terlebih dulu akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun di sekitar bulan April atau Mei 2020. Perusahaan ini akan menggunakan hasil penerbitan obligasi untuk menambah nilai aset perusahaan melalui penambahan dan pengembangan lahan (land bank).

Yusuf mengatakan, tahun ini pihaknya memang menganggarkan capex sebesar Rp 3,5 triliun untuk pengadaan dan pengembangan lahan. Dana capex ini sebesar Rp 2 triliun dari dana IPO dan sebesar Rp 1 triliun berasal dari penerbitan obligasi. “Kami masih punya kas internal Rp 500 miliar sampai dengan kuartal dua,” imbuh dia merinci asal dana capex.

Dalam penerbitan obligasi, Adhi Commuter menggunakan tiga underwriter terdiri dari dua perusahaan pelat merah dan satu perusahaan swasta. “Bond kami sudah mulai dari tahun kemarin, sudah sounding ke bursa efek dan OJK, tinggal eksekusi saja,” imbuh dia.




TERBARU

Close [X]
×