kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.759   19,00   0,11%
  • IDX 8.825   77,02   0,88%
  • KOMPAS100 1.213   7,95   0,66%
  • LQ45 856   3,89   0,46%
  • ISSI 319   4,62   1,47%
  • IDX30 442   2,84   0,65%
  • IDXHIDIV20 515   3,89   0,76%
  • IDX80 135   1,01   0,75%
  • IDXV30 142   1,32   0,94%
  • IDXQ30 142   1,12   0,80%

Ada Relokasi Titik Sewa, Sarana Menara Nusantara (TOWR) Cetak Pertumbuhan Kinerja


Senin, 30 September 2024 / 21:04 WIB
Ada Relokasi Titik Sewa, Sarana Menara Nusantara (TOWR) Cetak Pertumbuhan Kinerja
ILUSTRASI. Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah relokasi titik sewa PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berhasil mencetak pertumbuhan sepanjang semester I-2024. 

Menilai laporan keuangan per Juni 2024, TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp 6,15 triliun per Juni 2024. Ini tumbuh 6,54% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 5,77 triliun. 

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk TOWR mencapai Rp 1,6 triliun per semester I-2024. Raihan ini melonjak 9,4% YoY dari Rp 1,46 triliun. 

Baca Juga: Laba Bersih Sarana Menara Nusantara (TOWR) Berpotensi Melonjak, Cermati Pendorongnya

Di sisi lain, jumlah menara TOWR mencapai 31.502 menara per kuartal II-2024 dengan tenant sebanyak 54.326. Alhasil, tenancy ratio TOWR mencapai 1,72 kali per Juni 2024. 

Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Aming Santoso mengatakan proses relokasi titik sewa membutuhkan belanja modal dengan pengembalian investasi jangka panjang. 

Apalagi tingkat suku bunga masih dalam tren yang masih tinggi. Walaupun Bank Indonesia (BI) sudah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan, tetapi implikasinya baru berlaku di akhir kuartal III-2024. 

Baca Juga: Semester I 2024, Sarana Menara Nusantara (TOWR) Cetak Laba Bersih Rp 1,6 Triliun

"Dampak terberat dari proses relokasi ini tercermin pada kinerja keuangan tahun 2024 dan seluruh proses ini akan tertuntaskan dalam kurun waktu 1-2 tahun mendatang," kata Aming dalam keterangannya, Senin (30/9). 

Ke depannya, lanjut Aming, strategi TOWR akan fokus pada pertumbuhan yang sehat dari infrastruktur yang dibutuhkan industri dan pasar lain yang membutuhkan internet melalui connectivity dan Fiber to The Home (FTTH). 

"Sinergi sangat penting untuk dijalankan dan dipertahankan antara portofolio tower dan non-tower kami. Kami selalu mereviu efisiensi biaya operasional, belanja modal dan biaya bunga," jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×