kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Valbury Berniat Menambah Modal Baru


Rabu, 27 Mei 2009 / 08:38 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Valbury Asia Securities berencana menambah modal antara Rp 70 miliar-Rp 100 miliar. "Penambahan modal ini untuk memperkuat bisnis perusahaan kami," kata Tri Agung Winantoro, Direktur Aset Manajemen Valbury, kemarin (26/5).

Rencananya, kata Agung, pemegang saham akan menambah modal baru tersebut pada tahun ini. Namun, ia belum bisa memastikan nama pemegang saham yang bersedia menyuntik modal baru tersebut. "Ini masih sangat rahasia," tegasnya.

Yang jelas, salah satu tujuan penambahan modal tersebut adalah demi mendukung rencana Valbury. Perusahaan ini memang berniat memisahkan bisnis pialang (brokerage) dan divisi aset manajemen atau manajemen investasi (MI).

Agung memperkirakan, divisi MI membutuhkan modal baru minimal sekitar Rp 25 miliar. Adapun, modal selebihnya akan dipakai untuk pengembangan bisnis brokerage atau sekuritas.

Valbury merencanakan pemisahan tersebut sebagai antisipasi atas peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang baru. Institusi itu akan mewajibkan pemisahan kegiatan pengelolaan dana dari bisnis sekuritas. Dengan pemisahan ini, sekuritas bisa lebih transparan.

Kendati Bapepam-LK masih menggodok peraturan tersebut, Valbury menargetkan pemisahan bisnisnya bisa terlaksana tahun depan. "Tapi bisa saja kami mempercepat pelaksanaannya tahun ini. Kami masih berkonsultasi dengan Bapepam-LK," jelas Agung.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto mengaku belum mengetahui rencana pemisahan unit pialang dan manajemen investasi milik Valbury tersebut. "Mereka belum memasukkan rencananya kepada kami," katanya.

Di luar urusan penyesuaian regulasi, dengan suntikan modal itu, Valbury juga berharap mampu menerbitkan reksadana penyertaan terbatas yang kini tengah menjadi tren. Menurut hitungan Agung, untuk menerbitkan reksadana penyertaan terbatas, Valbury membutuhkan modal sedikitnya Rp 60 miliar. "Modal kami sekarang baru sekitar Rp 50 miliar," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×